Senin, 25 Maret 2019

KARAKTERISTIK PERTANIAN DI INDONESIA


NAMA                    : RENDI SETIAWANTO
KELAS                    : 4A3/PAGI
JURUSAN               : Management
Fakultas                    : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Musi Rawas Lubuklinggau
MK                           : Ekonomi Pertanian

KARAKTERISTIK PERTANIAN DI INDONESIA

Indonesia adalah negara Agraris dimana sebagian besar penduduknya hidup dari hasil bercocok tanam atau bertani, sehingga pertanian merupakan sektor yang memegang peranan penting dalam kesejahteraan kehidupan penduduk Indonesia. Pertanian mulai ada bersamaan dengan mulai adanya faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman diatur atau ditangani oleh manusia. Pengaturan faktor – faktor itu dinamakan teknologi. Dengan penanganan manusia terhadap faktor – faktor itu atau dengan teknologi diharapkan tanaman yang diusahakan akan memberikan hasil maksimum.
Dimensi Pertanian di Indonesia. Usaha masyarakat internasional untuk menanggulangi kemorosotan kondisi lingkungan hidup dalam konteks pembangunan ekonomi dan pembangunan sosial telah dimulai di Stockholm, Swedia pada tahun 1972. Kemudian United Nations Environment Programme (UNEP) pada tahun 1982 menyelengarakan sidang istimewa memperingati 10 tahun gerakan lingkungan dunia (1972-1982) di Nairobi, Kenya, sebagai reaksi ketidakpuasan atas penanganan lingkungan hidup selama ini yang cenderung tidak lagi atau mengabaikan kelestarian alam. Pada sidang tersebut disepakati pembentukan Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan World Commission on Environment and Development (WCED). Pada tahun 1992 dilanjutkan sidang pembangunan berkelanjutan di Rio de Janeiro, Brasil dan terakhir pada 2002 dilakukan di Johannesburg, Afrika Selatan (Rivai dan Anugrah, 2011).

Permasalahan dalam Ekonomi Pertanian
Penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya lahan pertanian. Dari segi kualitas, faktanya lahan dan pertanian kita sudah mengalami degradasi yang luar biasa, dari sisi kesuburannya akibat dari pemakaian pupuk anorganik.
Terbatasnya aspek ketersediaan infrastruktur penunjang pertanian yang juga penting namun minim ialah pembangunan dan pengembangan waduk.
Adanya kelemahan dalam sistem ahli teknologi. Ciri utama pertanian modern adalah produktivitas, efisiensi, mutu dan kontinuitas pasokan yang terus menerus harus selalu meningkat dan terpelihara.
Muncul dari terbatasnya akses layanan usaha terutama di permodalan. Kemampuan petani untuk membiayai usaha taninya sangat terbatas sehingga produktivitas yang dicapai masih di bawah produktivitas potensial.
Masih panjangnya mata rantai tata niaga pertanian, sehingga menyebabkan petani tidak dapat menikmati harga yang lebih baik, karena pedagang telah mengambil untung terlalu besar dari hasil penjualan.

Isu stategis yang kini sedang dihadapi dunia adalah perubahan iklim global, terjadi krisis pangan dan energi dunia, harga pangan dan energi meningkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Laporan PKL Yogjakarta 2020

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL/MAGANG/STUDY VISIT) UNIVERSITAS BINA INSAN LUBUKLINGGAU (STUDI BANDING : LUBUKLINGGAU – YOGYAKART...