Jumat, 29 Maret 2019

MAKALAH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (PELIHARAAN)


 TUGAS
                                   
MAKALAH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
        (PELIHARAAN)




`                                                        Disusun Oleh :
                        Kelompok                               : XI (Sebelas)
                        Anggota                                  : 1. Rendi Setiawanto (217.010269)
                                                                          2. Lia Asmarita         (217010235)
                                                                          3. Ayu Wulandari     (                    )
                        Kelas                                       : IV. A3.Pagi
                        Jurusan                                    : Manajemen
                        Dosen Pengasuh                      : Suyadi, SE,. MM



SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUSI RAWAS
(STIE MURA) LUBUKLINGGAU
TAHUN 2019






KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuasa, yang karena izin dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam semoga selalu tercurah pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw, beserta keluarga, para sahabat hingga akhir zaman.
Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data yang penulis peroleh dari media internet yang berkaitan dengan studi manajemen sumber daya manusia khususnya materi mengenai peliharaan pada suatu perusahaan. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada pengajar matakuliah studi manajemen sumber daya manusia atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.
Selaku penulis kami sangat mengetahui bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan untuk kedepannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama untuk kami pihak penyusun.




Lubuklinggau, Maret 2019
                                                                                                                                                                                                                                                   
Penyusun











BAB I
PENDAHULUAN
    
          A.    Latar Belakang Masalah
Dengan berkembangnya era perdagangan bebas sekarang ini, maka
roda kehidupan perekonomian banyak diwarnai dengan persaingan. Dengan
keadaan tersebut, merupakan kesempatan bagi para manajer untuk dapat
memasarkan hasil produksinya. Untuk itu banyak perusahaan saling berlomba
untuk menjaga loyalitas para konsumen terhadap produknya. Di lain pihak,
konsumen sebagai pembeli produk-produk tersebut mempunyai pendapatan
yang terbatas, sehingga para konsumen akan bertindak selektif dalam
membelanjakan pendapatannya.
 Menurut Hani Handoko (1995 : 428), dalam suatu masyarakat modern
sekarang ini setiap konsumen akan selalu sadar akan nilai uang yang
dibelanjakannya, sehingga mereka akan berusaha membelanjakan pendapatan
mereka yang terbatas untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas.
Mereka akan bertindak selektif, sehingga seorang konsumen akan
mempertimbangkan kualitas dalam melakukan pembelanjaan pendapatannya.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka perusahaan harus mampu untuk dapat
menjaga kualitas produknya. Kemungkinan ini bisa saja terjadi karena
semakin kompleknya barang yang sejenis, sehingga para manajer
perusahaan dituntut untuk saling berlomba untuk dapat menjaga kualitas dari
produknya.
 Masalah kualitas merupakan salah satu bagian penting dan perlu
mendapatkan perhatian yang serius bagi para manajer dalam menjalankan
operasinya. Menurut Indriyo (1993 : 185), dalam era global competition akan
terjadi kecenderungan proses pengembangan produk yang lebih baik dan
lebih berkualitas dibandingkan dengan produk sebelumnya, sebagai akibat
perubahan yang begitu cepat dalam bidang teknologi. Operasi pabrik dalam
era globalisasi dituntut untuk menjadi unggul dalam daya saing maupun
unggul dalam kualitas produk.



 Strategi mutu yang efektif dapat menekan atau menghilangkan beban
kerugian-kerugian yang dialami perusahaan sebagai akibat timbulnya reaksi
ketidakpuasan konsumen. Reaksi ketidakpuasan ada yang berupa reaksi
terbuka seperti publikasi dalam media massa terhadap keadaan dari
ketimpangan-ketimpangan ini atau reaksi yang sifatnya tertutup yaitu
konsumen secara diam-diam tidak lagi membeli barang atau jasa dari
perusahaan tersebut. Untuk menghindari hal ini maka produsen harus pandai
dalam mempertahankan kualitas dari produk perusahaannya. Karena saat ini
konsumen yang menentukan berhasil tidaknya suatu produk sehingga
produsen harus terus menerus untuk selalu mempertahankan dan
meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Teknik pengendalian kualitas
mampu untuk memberikan bukti dan jaminan kepada para konsumen bahwa
produk atau komponen yang dihasilkan memiliki kualitas yang terkendali.
Penggunaan teknik ini tidak hanya dapat digunakan untuk menilai
tingkat keandalan kualitas, tetapi dapat juga digunakan untuk mencegah

Timbulnya masalah-masalah kualitas secara dini yang diakibatkan oleh
kesalahan-kesalahan dalam proses operasi. Salah satu strategi untuk dapat bertahan     dalam jangka waktu yang panjang, perusahaan harus dapat menetapkan suatu cara pemikiran operasi yang berdasarkan atas pemeliharaan lingkungan kerja yang berorientasi pada pengembangan kualitas dan produktivitas dari produk atau jasa tersebut. Dalam melaksanakan kegiatan pengendalian kualitas biasanya setiap
perusahaan sudah mempunyai suatu sistem pengendalian dalam pemeliharaan
dan pengembangan kualitas produknya sendiri.
           

Menurut Indriyo (1993 : 182), pengendalian kualitas mempunyai
peranan yang penting dalam memproduksi barang atau jasa, karena konsumen
pasti menginginkan barang dengan kualitas yang baik. Tetapi produsen tidak
selalu dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang diinginkan oleh
konsumen karena adanya kombinasi dari faktor-faktor produksi dalam
pembuatan produk tersebut. Produk yang tidak dapat memenuhi kriteria
kualitas yang diinginkan (defect product) dapat diklarifikasi menjadi dua
kelompok yaitu produk gagal yang dapat diperbaiki dan produk gagal yang
tidak dapat diperbaiki.
Untuk kelompok pertama produk gagal yang dapat diperbaiki sehingga biaya     produksi akan naik, sedangkan kelompok kedua kerugian akan lebih besar lagi.
Dengan mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan dari barang cacat,
yaitu menurunkan laba perusahaan dan menurunkan kepercayaan konsumen,
maka produsen perlu mengadakan pengendalian kualitas produk, terutama
Untuk meminimalisasi jumlah produk gagal. Dengan pengendalian kualitas
yang baik akan dapat dicapai hasil produksi sesuai dengan standar mutu yang
diinginkan dan dapat memenuhi keinginan konsumen. Dengan adanya
pengendalian kualitas akan dapat meningkatkan laba yang diperoleh sebagai
akibat menurunnya tingkat kegagalan dalam proses produksi sehingga biaya
produksi dapat ditekan.
            Dalam usaha untuk meminimalkan tingkat kerusakan produk, dan
meningkatkan daya kompetisi produk, maka perusahaan perlu melakukan
peran pengendalian kualitas guna peningkatan laba dan kepercayaan
konsumen, berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul:
“PEMELIHARAAN PADA PERUSAHAAN INDUSTRI”



  B. Perumusan Masalah

 Dari uraian di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah kerusakan produk yang dihasilkan masih memenuhi batas-batas
yang dapat diterima oleh standar kualitas yang telah ditetapkan
perusahaan?
2. Apakah pengawasan kualitas produk akhir telah dilaksanakan dengan
benar sesuai dengan prosedur?

                                                                           
C.      Tujuan
1.      Memahami pengertian pemeliharaan?
2.      Mengetahui kegiatan pemeliharaan?
3.      Mengetahui faktor produksi?
4.      Mengetahui pentingnya pemeliharaan?







BAB II
      PEMBAHASAN

1.    Pengertian dan peran pemeliharaan
Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas/ peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian/penggantian yang diperlukan supaya terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan. Tujuan pemeliharaan : menjaga agar system yang ada dapat berjalan sebagaimana mestinya dan juga untuk dapat mengendalikan biaya baik untuk pencegahan maupun perbaikan jika terjadi kerusakan.

Kegiatan pemeliharaan dibedakan atas dua macam, yaitu:
Pemeliharaan pencegahan (Preventive maintenance)Preventive maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yangdilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga danmenemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksimengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam proses produksi.Sebuah tingkat kegagalan awal yang tinggi, dikenal sebagai tingkat kematiandini (infant mortality), yang mungkin terjadi pada banyak produk. Yang dimaksudtingkat kematian dini sendiri yaitu tingkat kegagalan di awal kehidupan sebuahproduk atau proses. Hasil yang cacat / gagal akan menyebabkan tambahan biayakarena harus diproses kembali dan yang lebih besar resikonya adalah kurangnyakepercayaan konsumen kepada perusahaan akibat produk gagal. Tambahan yangtimbul menyebabkan biaya produksi membengkak( tidak minimal). Jika biayaproduksi membengkak, maka harga barang menjadi tinggi.
                                                                                                                 


PEMELIHARAAN FASILITAS DAN PENANGANAN BAHAN

1. Pemeliharaan
1.1 Pengertian dan peran pemeliharaan
Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas/peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian/penggantian yangdiperlukan supaya terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskansesuai dengan apa yang direncanakan.Tujuan pemeliharaan : menjaga agar system yang ada dapat berjalan sebagaimanamestinya dan juga untuk dapat mengendalikan biaya baik untuk pencegahanmaupun perbaikan jika terjadi kerusakan.
1.2 Jenis-jenis pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan dibedakan atas dua macam, yaitu:
     Pemeliharaan pencegahan (Preventive maintenance)Preventive maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yangdilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga danmenemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksimengalami kerusakan pada waktu digunakan dalam proses produksi.Sebuah tingkat kegagalan awal yang tinggi, dikenal sebagai tingkat kematiandini (infant mortality), yang mungkin terjadi pada banyak produk. Yang dimaksudtingkat kematian dini sendiri yaitu tingkat kegagalan di awal kehidupan sebuahproduk atau proses. Hasil yang cacat / gagal akan menyebabkan tambahan biayakarena harus diproses kembali dan yang lebih besar resikonya adalah kurangnyakepercayaan konsumen kepada perusahaan akibat produk gagal. Tambahan yangtimbul menyebabkan biaya produksi membengkak( tidak minimal). Jika biayaproduksi membengkak, maka harga barang menjadi tinggi.


Pemeliharaan yang periodik dan terencana sangat diperlukan pada fasilitas-fasilitas produksi, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan “Unit Kritis” dikarenakan :
1.    Kerusakan fasilitas atau peralatan tersebut akan membahayakankesehatan
dan keselamatan para pekerja.
2. Kerusakan fasilitas ini akan mempengaruhi kualitas dari produk yangdihasilkan.
3. Kerusakan fasilitas tersebut akan menyebabkan kemacetan seluruhproses produksi.
4. Modal yang ditanamkan dalam fasilitas tersebut atau harga dari fasilitasini
adalah cukup besar atau mahal.Preventive maintenance ini dapat mengatasi kerusakan yang tiba-tiba terjadi.
Hal inidikarenakan preventive maintenance ini dapat mendeteksi dan menangkap sinyalkapan suatu sistem akan mengalami kerusakan serta menentukan kapan suatusystem memerlukan service ( perbaikan).

·         KARYAWAN
Karyawan merupakan faktor produksi yang terpenting dalam perusahaan, sangat berpengaruh terhadap pencapaian suatu perusahaan. Apalagi jika adanya penurunan kualitas serta semangat kerja karyawan secara langsung akan menurunkan performa dan kualitas perusahaan. Agar  semua tenaga kerja semangat bekerja, berdisiplin tinggi, dan bersikap loyal dalam menunjang tujuan perusahaan maka fungsi pemeliharaan mutlak mendapat perhatian manajer. Karyawan akan bersemangat kerja jika memiliki kesejahteraan yang baik.

A.    Menjelaskan pentingnya pemeliharaan
Terdapat 2 (dua) pemeliharaan, yakni:
Pemeliharaan (maintenance) karyawan harus mendapat perhatian yang sungguh‑sungguh darl manajer. Jlka pemeliharaan karyawan kurang diperhatikan, semangat kerja, sikap, dan loyalitas karyawan akan menurun. Absensi dan turn ­over meningkat, disiplin akan menurun, sehingga pengadaan, pengembangan, kompensasi, dan pengintegrasian yang telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang berarti untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
Pemeliharaan (maintenance) adalah usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan, agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.

B.     Menjelaskan metode – metode pemeliharaan
Pemilihan metode yang tepat sangat penting,supaya pelaksanaan efektif dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi perusahaan,manager yang cakap akan menerapkan metode yang sesuai dan efektif dalam pelaksanaan tugas-tugas nya. Pemeliharaan keamanan,kesehatan, dan sikap loyal karyawan hendaknya dengan metode yang efektif dan efisien supaya tercapai manfaat yang optimal.
Adapun metode-metode pemeliharaan sbb:

1.  komunikasi
Komunikasi harus digunakan dalam setiap penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan. Symbol-simbol komunikasi adalah suara, tulisan, gambar, warna, mimic, kedipan mata, dll. Dengan symbol-simbol inilah komunikator menyampaikan komunikasi kepada komunikan.
Komunikasi disebut efektif jika informasi disampaikan dalam waktu singkat, jelas/dipahami, ditafsirkan, dan dilaksanakan sama dengan maksud komunikator.

2.   Insentif
Insentif adalah daya perangsang yang diberikan kepada karyawan tertentu berdasarkan prestasi kerjanya agar karyawan terdorong meningkatkan produktifitas kerjanya. Metode insentif yang adil dan layak merupakan daya penggerak yang merangsang terciptanya pemeliharaan karyawan.

3.   Insentif positif
Merupakan daya perangsang dengan memberikan hadiah material atau nonmaterial kepada karyawan yang prestasi kerjanya di atas prestasi standar.
Insentif negative
Merupakan daya perangsang dengan memberikan ancaman hukuman karyawan yang prestasi kerjanya dibawah standar.

Nonmaterial insentif
Merupakan daya perangsang yang diberikan kepada karyawan berbentu penghargaan berdasarkan prestasi kerja, seperti piagam, piala, atau medali.

Social insentif
Merupakan daya perangsang yang diberikan kepada karyawan berdasarkan prestasi kerjanya berupa fasilitas dan kesempatan.

 4.  Material insentif
Daya perangsang yang diberikan kepada karyawan berdasarkan prestasi kerjanya, berbentuk uang dan barang. Kesejahteraan karyawan kesadaran dan keselamatan kerja Hubungan industrial Pancasila.

C.    Menjelaskan pengertian dan program kesejahteraan
ü  Kesejahteraan atau sejahtera dapat memiliki empat arti. Dalam istilah umum, sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai. Dalam ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda.
ü  Pengertian program kesejahteraan karyawan adalah kompensasi tidak langsung yang diberikan kepada karyawan, baik dapat dinilai dengan uang maupun yang tidak dapat dinilai dengan uang. Disebut kompensasi tidak langsung karena tidak berhubungan langsung dengan prestasi kerja, melainkan biasanya diselenggarakan sebagai upaya penciptaan kondisi dan lingkungan kerja yang menyenangkan. Program kesejahteraan karyawan (employee benefit) biasa juga disebut juga dengan kompensasi pelengkap, gaji tersembunyi (fringe benefit), pelayanan karyawan, atau jaminan sosial.

D.    Menjelaskan keselamatan dan kesehatan kerja
Pengertian program kesejahteraan karyawan adalah kompensasi tidak langsung yang diberikan kepada karyawan, baik dapat dinilai dengan uang maupun yang tidak dapat dinilai dengan uang. Disebut kompensasi tidak langsung karena tidak berhubungan langsung dengan prestasi kerja, melainkan biasanya diselenggarakan sebagai upaya penciptaan kondisi dan lingkungan kerja yang menyenangkan. Program kesejahteraan karyawan (employee benefit) biasa juga disebut juga dengan kompensasi pelengkap, gaji tersembunyi (fringe benefit), pelayanan karyawan, atau jaminan sosial.

E.      Menjelaskan hubungan industrial pancasila (HIP)
Hubungan Industrial Pancasila adalah hubungan antara para pelaku dalam proses produksi barang dan jasa (pekerja, pengusaha dan pemerintah) didasarkan atas nilai yang merupakan manisfestasi dari keseluruhan sila-sila dari pancasila dan Undang-undang 1945 yang tumbuh dan berkembang diatas kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia.

F.     Pentingnya pemeliharaan
Pemeliharaan (maintenance) karyawan harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari manajer. Jika pemeliharaan karyawan kurang diperhatikan, semangat kerja, sikap, loyalitas karyawan akan menurun. Absensinya dan turn-over meningkat, disiplin akan menurun, sehingga pengadaan, pengembangan, kompensasi, dan pengintegrasian karyawan yang telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang berarti untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.

Supaya karyawan semangat bekerja, berdisiplin tinggi, dan bersikap loyal dalam menunjang tujuan perusahaan maka fungsi pemeliharaan mutlak mendapat perhatian manajer.
Tidak mungkin karyawan bersemangat bekerja dan konsentrasi penuh terhadap pekerjaanya jika kesejahteraan mereka tidak diperhatikan dengan baik.
      
Hasibuan. Pemeliharaan adalah usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunujang tercapainya tujuan perusahaan. Sedangkan menurut
   
Edwin B. Flippo. The maintenance function of personnel is concerned primarily eith preserving the physical, mental, and emotional condition of employees. Fungsi pemeliharaan menyangkut perlindungan kondisi fisik, mental, dan emosi karyawan.


Karyawan adalah salah satu aset terpenting bagi perusahaan. Dengan kepuasan dari karyawan terhadap perusahaan, tidak menutup kemungkinan bagi karyawan untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Tak hanya itu, karyawan juga memiliki peran penting dalam perkembangan bisnis perusahaan.

Tujuan pemeliharaan :
1.      Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan
2.      Meningkatkan disiplin dan menurunkan absensi karyawan
3.      Meningkatkan loyalitas dan menurunkan turnover karyawan (mengacu pada jumlah persentase karyawan yang meninggalkan perusahaan dan digantikan dengan karyawan baru).
4.      Memberikan ketenangan, keamanan dan kesehatan karyawan
5.      Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya
6.      Memperbaiki kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan
7.      Mengurangi konflik serta menciptakan suasana yang harmonis
8.      Mengefektifkan pengadaan karyawan

Asas – asas pemeliharaan
1.      Asas manfaat dan efisiensi
2.      Asas kebutuhan dan kepuasan
3.      Asas keadilan dan kelayakan
4.      Asas kemampuan perusahaan
5.      Asas kemampuan perusahaan
             

 B. Metode – metode pemeliharaan
Pemeliharaan (maintenance) karyawan harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari menejer.jika pemeliharaan karyawan kurang diperhatikan semangat kerja,sikap,dan loyalitas karyawan akan menurun. Absensi dan turn over meningkat. Sehingga pengadaan,pengembangan,kompensasi,dan pengintegrasian yang telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang berarti untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
1.              Komunikasi
2.              Insentif
3.              Kesejahteraan karyawan
4.              Kesadaran dan keselamatan kerja
5.              Hubungan industrial pancasila

C.   Pengertian dan program kesejahteraan
                Pengertian program kesejahteraan karyawan adalah kompensasi tidak langsung yang diberikan kepada karyawan, baik dapat dinilai dengan uang maupun yang tidak dapat dinilai dengan uang. Disebut kompensasi tidak langsung karena tidak berhubungan langsung dengan prestasi kerja, melainkan biasanya diselenggarakan sebagai upaya penciptaan kondisi dan lingkungan kerja yang menyenangkan. Program kesejahteraan karyawan (employee benefit) biasa juga disebut juga dengan kompensasi pelengkap, gaji tersembunyi (fringe benefit), pelayanan karyawan, atau jaminan sosial.
Hasibuan (2007) menyatakan, kesejahteraan karyawan adalah balas jasa pelengkap (materil dan non materil) yang diberikan kepada karyawan berdasarkan kebijaksanaan organisasi atau perusahaan yang tujuannya untuk memelihara kondisi fisik dan mental karyawan agar produktivitasnya meningkat. Mathis dan Jackson (2006), mendefinisikan program kesejahteraan sebagai bentuk kompensasi tidak langsung yang diberikan kepada seorang karyawan atau sekelompok karyawan sebagai bagian dari keanggotaan organisasi.
          
Menurut Andrew F. Sikula : “kompensasi tidak langsung adalah balas jasa yang diterima oleh pekerja dalam bentuk selain upah atau gaji langsung”. Benefit meliputi program – program perusahaan, seperti jaminan  hari tua, waktu libur, tabungan. Sedangkan service adalah berupa fisiknya/bendanya seperti mobil dinas, fasilitas olahraga, memperingati hari besar, dan sebagainya.
Menurut Dale Yoder : (“kesejahteraan dapat dipandang sebagai uang bantuan lebih lanjut kepada karyawan. Terutama pembayaran kepada mereka yang sakit, uang bantuan untuk tabungan karyawan, pembagian berupa saham, asuransi, perawatan dirumah sakit, dan pensiun’’). Pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain secara langsung. Sedangkan, pengertian pelayanan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, pelayanan adalah menolong menyediakan segala apa yang diperlukan orang lain seperti tamu atau pembeli.

Persamaan kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung:
·         Kompensasi langsung merupakan penghargaan yang diterima karyawan dalam bentuk uang.
·         Kompensasi langsung dapat berupa upah, gaji, insentif, dan tunjangan-tunjangan lain. Dessler (1997:85) menjelaskan bahwa: “Kompensasi langsung adalah pembayarPengertian kompensasi tidak langsung adalah bentuk kompensasi diluar gaji secara fisik. Gaji merupakan bentuk kompensasi langsung. Kompensasi lebih dari sekedar upah dan gaji.an keuangan langsung dalam bentuk upah, gaji, insentif, komisi dan bonus”.
Pengertian kompensasi tidak langsung adalah bentuk kompensasi diluar gaji secara fisik. Gaji merupakan bentuk kompensasi langsung. Kompensasi lebih dari sekedar upah dan gaji.

Timbul pertanyaan  apa saja persamaan dan perbedaan antara kompensasi langsung (gaji/upah) dengan kesejahteraan karyawan (kompensasi tidak langsung) itu.
Persamaannya :
1.    Gaji/upah dan kesejahteraan karyawan
adalah sama-sama merupakan pendapat bagi karyawan.
2.      Pemberian gaji/upah dan kesejahteraan
bertujuan sama yakni untuk memenuhi kebutuhan –kebutuhan dan keterkaitan karyawan.
3.    Gaji/upah dan kesejahteraan adalah biaya bagi perusahaan.
4.    Pemberian gaji/upah dan kesejahteraan dibenarkan oleh peraturan legal, jadi bisa dimasukan dalam neraca financial perusahaan tersebut.

Perbedaannya :
1.    Gaji/upah adalah hak karyawan untuk menerimanya dan menjadi kewajiban perusahaan untuk membayarnya.
2.    Gaji/upah wajib dibayar perusahaan sedangkan kesejahteraan diberikan hanya atas kebijaksanaan saja , jadi bukan kewajiban perusahaan atau sewaktu-waktu dapat ditiadakan.
3.    Gaji/upah harus dibayar dengan financial(uang/barang), sedangkan kesejahteraan diberikan dengan financial dan nonfinansial (fasilitas).
4.    Gaji/upah waktu dan besarnya tertentu, sedangkan kesejahteraan waktu dan besarnya tidak tentu.

D.      Tujuan pemberian kesejahteraan
Kesejahteraan yang diberikan hendaknya bermanfaat dan mendorong untuk tercapainya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat serta tidak melanggar peraturan legal pemerintah.

Adapun tujuan dari pemberian kesejahteraan adalah sebagai berikut :                    
Untuk meningkatkan kesetiaan dan ketertarikan pegawai dengan perusahaan.
1.    Memberikan ketenangan dan pemenuhan kebutuhan bagi pegawai beserta keluarganya.
2.    Memotivasi gairah kerja, disiplin dan produktifitas pegawai.
3.    Menurunkan tingkat absensi. Dan labour turn over.

Jenis – jenis kesejahteraan karyawan
1.                            Tunjangan
Sebagai atasan, tentu Anda sudah memahami bahwa upah atau gaji karyawan tidak boleh lebih rendah dari upah minimum berdasarkan wilayah provinsi atau kabupaten/kota. Hal ini tertulis dalam pasal 90 UUK Nomor 13 Tahun 2003.
Gaji Pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada karyawan menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang mana besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Tunjangan Tetap adalah pembayaran yang teratur berkaitan dengan pekerjaan, yang diberikan secara tetap untuk karyawan dan keluarganya.
Contoh tunjangan tetap adalah tunjangan isteri; tunjangan anak; tunjangan perumahan; tunTunjangan Tidak Tetap adalah suatu pembayaran yang tidak teratur berkaitan dengan pekerjaan dan besarnya tidak tetap. Contoh, tunjangan transportasi yang didasarkan pada kehadiran jangan kematian; tunjangan daerah dan lain-lain.
2.      Beban Kerja dan Kompensasi yang Jelas
Untuk karyawan yang telah lulus masa orientasi, sebaiknya diberi beban kerja yang sesuai. Banyak karyawan bertalenta yang angkat kaki setelah mendapat beban kerja yang overload.
Atau malah karyawan baru yang suka bekerja lebih banyak menganggur karena tidak ada kejelasan beban kerja dan tenggat waktu. Pun, untuk karyawan lama Anda seharusnya mengevaluasi kesesuaian beban kerja karyawan dan kejelasan kompensasi yang mereka peroleh. Seringkali karyawan mengeluh karena bekerja terlalu banyak bahkan sampai lembur namun uang lembur tidak tercantum pada slip gaji akhir bulan. Jangan sampai perusahaan Anda memiliki image tidak mengurus karyawan dengan baik.“Kalau telat datang langsung potong gaji, kalau terlambat pulang ya tidak peduli.” Celetukan karyawan seperti ini yang nantinya mengakibatkan turnover yang tinggi. Jadi, berikan beban kerja dan kompensasi yang jelas sehingga karyawan diberi hak secara adil.
3.       Asuransi Kesehatan
Asuransi kesehatan melindungi aset perusahaan yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan Anda, yaitu karyawan. Bayangkan saja jika karyawan Anda sering sakit, tentu perkembangan perusahaan menjadi terganggu. Apalagi bagi perusahaan yang benar-benar menggantungkan hidupnya dari tenaga kerja saja. Pemberian asuransi kesehatan bagi karyawan sangat berpengaruh pada pengeluaran perusahaan. Bukannya memilih asuransi kesehatan sesuai kebutuhan, ada perusahaan yang malah mencabut hak asuransi karyawannya karena dipandang tidak perlu. Padahal sebenarnya ini hanya merupakan solusi keuangan jangka pendek. Untuk jangka panjang, kebijakan ini bisa memicu kerugian yang lebih signifikan.
4.      Perencanaan Karier
Memiliki karyawan potensial yang betah bekerja sampai puluhan tahun bukan hal yang tidak mungkin. Salah satu program kesejahteraan karyawan yang dapat Anda lakukan adalah perencanaan karier karyawan. Perencanaan karier karyawan juga menunjukkan bahwa Anda menghargai mereka dan peduli terhadap pengembangan diri karyawan.
Menurut Payscale.com, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan loyalitas karyawan di perusahaan adalah memberi perencanaan karier yang jelas.
Karyawan Anda harus tahu bahwa perusahaan Anda bukan hanya tempat untuk bekerja, tetapi juga bertumbuh. Terlebih lagi adanya upaya-upaya dari perusahaan untuk memfasilitasi perkembangan karier karyawan. Jadi, rencanakan karier karyawan Anda dengan matang. Dalam perencanaan karyawan, Anda harus berdiskusi dengan karyawan bersangkutan. Banyak perusahaan startup yang mencoba merencanakan karier karyawan dengan tergesa-gesa dan pada akhirnya hanya tinggal rencana hitam di atas putih yang tidak terlaksana.
5.         Pemberian Kredit           
Pemberian kredit kepada karyawan dapat menjadi salah satu program untuk menyejahterakan mereka. Sebelum menjalankan program ini, perusahaan sebaiknya memiliki aturan yang jelas tentang pinjaman kepada karyawan agar tidak terjadi masalah. Kalaupun terjadi kesalahpahaman, sudah ada hitam di atas putih yang membantu menyelesaikan perkara. Seperti apa yang ditulis AmericanExpress.com, pemberian pinjaman kepada karyawan memiliki dampak yang kurang baik.
Namun, jika Anda tetap memutuskan untuk memberi pinjaman kepada karyawan, paling tidak Anda melakukan 3 langkah berikut.
1.      Hindari pinjaman “Off the Book”, dalam artian tidak tercatat dan tidak ada kontrak atau perjanjian hitam di atas putih tentang pinjaman karyawan
2.      Jika Anda berniat memberi pinjaman tanpa bunga, jangan meminjamkan uang perusahaan. Anda sebaiknya tetap memberi bunga per bulan, namun jangan sampai ‘mencekik’ karyawan Anda
3.      Lakukan sosialisasi kepada seluruh karyawan untuk menjelaskan tentang pinjaman beserta aturan-aturan yang jelas
Pemberian kredit atau pinjaman kepada karyawan memang beresiko tinggi. Namun, jika Andamemiliki aturan yang jelas dan tegas, tentu program kesejahteraan karyawan ini menjadi salah satu kelebihan perusahaan Anda.
6.           Kenyamanan dan Keselamatan Kerja
Selain memberikan benefit berupa materi (yang terlihat), untuk mengurangi turnoverkaryawan, Anda juga perlu memikirkan fasilitas-fasilitas yang sesuai untuk karyawan sehingga mereka merasa aman dan nyaman bekerja.
Fasilitas-fasilitas yang dimaksud seperti:
·   ruangan yang nyaman untuk bekerja
·   toilet yang bersih dan sesuai dengan rasio jumlah karyawan (1:15)
·   satu toilet   untuk 15 karyawan
·   tempat beristirahat (saat jam istirahat)
·   tempat untuk makan
·   alat keselamatan kerja (contohnya)


Fasilitas yang bersih dan terawat dengan baik akan berpengaruh terhadap meningkatnya kinerja karyawan. Karyawan perempuan yang baru melahirkan juga harus mendapat fasilitas ruangan untuk menyusui anaknya atau memerah ASI. Aturan ini tertulis jelas dalam pasal Pasal 83 UUK Nomor 13 Tahun 2003 sebagai berikut:
“Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukanselama waktu kerja.”
7.             Manajemen Stres dan Kesehatan Emosional Karyawan
Karyawan yang stres biasanya kinerjanya menurun. Ada banyak faktor yang menyebabkan karyawan mengalami depresi atau stres. Bisa jadi karena sudah jenuh bekerja atau kebanyakan beban kerja sehingga karyawan menjadi kehilangan semangat kerja, cepat marah dan emosi kurang stabil. Karyawan adalah manusia yang memiliki emosi sehingga manajemen stres dan kesehatan emosional karyawan perlu mendapat perhatian khusus. Merencanakan sebuah program untuk membantu karyawan mengontrol stres dan emosi mereka di lingkungan kerja akan meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja.
Program apa yang bisa Anda rencanakan?
Menyediakan tempat rileks untuk karyawan, mengundang guru meditasi, mengadakan field trip atau camping, memberi hak cuti karyawan dan tidak memberikan beban kerja saat weekend atau libur. Di tempat kerja saya dulu ada sebuah program yoga yang diikuti oleh karyawan. Program ini efektif membuat karyawan lebih fresh usai bekerja selama 8 jam.
8.            Perencanaan Hari Tua
Perusahaan yang memiliki visi ke depan dan percaya bahwa perusahaannya akan terus berkembang di masa mendatang, akan membuat program jangka panjang untuk karyawannya seperti perencanaan hari tua. Perencanaan hari tua tentu diberikan kepada karyawan yang memiliki loyalitas tinggi atau masa kerja yang lama. Perencanaan hari tua ini bukan hanya terkait uang pensiun, tetapi juga apa yang akan dilakukan karyawan di masa tuanya yang akan menjadi jaminan hari tua karyawan. Penjaminan hari tua karyawan akan menjadi program unggulan jika Anda benar-benar peduli kepada karyawan, bukan semata untuk mendapatkan keuntungan bagi perusahaan.
E.  Keselamatan dan kesehatan kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera.
Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan ma-syarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja.
Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang bagi perusahaan tersebut.
                                                                  

K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja, misalnya kebisingan, pencahayaan (sinar), getaran, kelembaban udara, dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat pendengaran, gangguan pernapasan, kerusakan paru-paru, kebutaan, kerusakan jaringan tubuh akibat sinar ultraviolet, kanker kulit, kemandulan, dan lain-lain.

F.   Hubungan industrial pancasila (HIP)

HIP adalah Hubungan Industrial Pancasila adalah hubungan antara para pelaku dalam proses produksi barang dan jasa (pekerja, pengusaha dan pemerintah) didasarkan atas nilai yang merupakan manisfestasi dari keseluruhan sila-sila dari pancasila dan Undang-undang 1945 yang tumbuh dan berkembang diatas kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia.

Adapun ciri – ciri HIP :
        
A. Mengakui dan menyakini bahwa bekerja bukan sekedar mencari nafkah saja,     melainkan juga sebagai pengabdian manusia kepada Tuhannya, sesama manusia, masyarakat, bangsa dan negara.
B. Menganggap pekerja bukan hanya sekedar faktor produksi belaka melainkan sebagai manusia pribadi dengan segala harkat dan martabatnya.
C. Melihat antara pekerja dan pengusaha bukan mempunyai kepentingan yang bertentangan, melainkan mempunyai kepentingan yang sama untuk kemajuan perusahaan.
D. Setiap perbedaan pendapat antara pekerja dan pengusaha harus disesuaikan dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat yang dilakukan secara kekeluargaan.
E. Adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban untuk kedua belah pihak, atas dasar rasa keadilan dan kepatutan.
Adapun sarana Hubungan Industrial Pancasila yaitu : Serikat Pekerja/Serikat Buruh, Organisasi Pengusaha, Lembaga kerja sama Bipartit, Lembaga kerja sama Tripartitdilakukan, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja Bersama, Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan dan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).
Asas untuk mencapai tujuan :
Hubungan Industrial Pancasila dalam mencapai tujuannya mendasarkan diri pada asas-asas pembangunan yaitu:
a). Asas Manfaat
Artinya segala usaha dan kegiatan pembangunan harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemanusiaan dan kesejahteraan rakyat.
b). Asas Usaha Bersama dan Kekeluargaan
Artinya usaha mencapai cita-cita dan aspirasi bangsa harus merupakan usaha bersama seluruh rakyat yang dilakukan secara gotong royong dan kekeluargaan.
c). Asas Demokrasi
Artinya didalam menyelesaikan masalah-masalah Nasional ditempuh dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat.
d). Asas Adil dan Merata
Artinya bahwa hasil yang dicapai dalam pembangunan harus dapat dinikmati secara adil dan merata sesuai darma baktinya.




PERTANYAAN ESSAI BESERTA JAWABAN
1.    Jelaskan arti pentingnya pemeliharaan karyawan?
Pemeliharaan (maintenance) adalah usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan, agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.

2.    Coba anda susun program kesejahteraan karyawan?

1.                              Tunjangan

2.                              Beban Kerja dan Kompensasi yang Jelas

3.          Asuransi Kesehatan

4.          Perencanaan Karier

5.          Pemberian Kredit

6.          Kenyamanan dan Keselamatan Kerja

7.           Manajemen Stres dan Kesehatan Emosional Karyawan

8.           Perencanaan Hari Tua                            


3.   Apa saja dasar penyusunan program kesejahteraan?

1. Gaji Karyawan

Sekecil apapun keuntungan yang didapat, kesejahteraan karyawan harus tetap Anda perhatikan. Jangan pernah beralasan untung sedikit tidak bisa bayar gaji karyawan tinggi.

2. Tunjangan

Tunjangan ini juga ada aturannya dan termasuk salah satu komponen upah berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Komponen Upah Dan Pendapatan Non Upah. Di surat tersebut komponen upah meliputi gaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap.

              3. Beban Kerja dan Kompensasi                           

Sudah umum jika minimarket beroperasi setiap hari tanpa ada hari libur. Tapi karyawan harus Anda berikan kompensasi yang sesuai dengan beban kerja mereka.

4. Jaminan Kesehatan dan Keselamatan Kerja             
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa karyawan adalah aset yang paling berharga. Anda harus menjaga aset tersebut dengan baik.

Asuransi kesehatan bisa melindungi karyawan Anda dari beban biaya berobat jika mereka sakit. Ini secara tidak langsung berpengaruh pada usaha ritel yang Anda jalankan.

Anda juga harus memperhatikan keselamatan kerja karyawan. Buat mereka merasa aman dan nyaman saat bekerja dengan fasilitas yang layak.
5. Jenjang Karir yang Jelas                                                     
Apa yang akan Anda lakukan jika melihat karyawan yang  kinerjanya bagus? Tentu saja mempertahankan, bahkan jika dirasa mempunyai potensi untuk berkembang, Anda seharusnya memberikan kesempatan untuk jenjang karir yang lebih tinggi. Dengan gambaran jenjang karir yang jelas, akan memacu semangat karyawan dalam bekerja. Meningkatnya jenjang karir tentu berpengaruh pada pendapatan yang diterima oleh karyawan sehinggal mereka lebih sejahtera.

6. Pinjaman untuk Karyawan                              
Semua orang tentu punya kebutuhan tak terduga. Anda perlu memperhitungkan ini. Berikan karyawan Anda kredit tanpa bunga sehingga mereka akan terbantu. Ada orang yang meminjamkan uang dengan bunga, tapi jika Anda mampu dan mau memberikan pinjaman tanpa bunga kepada karyawan berarti Anda luar biasa. Untuk aset paling berharga saya rasa tidak masalah asal dengan kesepakatan yang fair.

7. Perencanaan Hari Tua
Sebagai seorang pebisnis Anda harus mempunyai visi jauh ke depan. Sikap optimistis yang tinggi akan keberhasilna dan kemajuan usaha Anda harus Anda yakini. Dengan begitu, Anda harus mempunyai rencana jangka panjang.
4. Apa saja persamaan dan perbedaan intensif dan benefits?
ü  Persamaannya insentif dan benefit ialah imbalan atau timbal balik yang diberikan perusahaa kepada karyawan atas apa yang telah di perbuatnya.
ü  Perbedaannya intensif diberikan karena prestasi kerja, sedangkat benefit ialah tunjangan yang diberikan perusahaan.


5. Apa yang menjadi tujuan utama pemeliharaan?     

1.   Mempertahankan kemampuan alat atau fasilitas
produksi guna memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan target serta rencana produksi.

2.   Mengurangi pemakaian dan pemyimpanan diluar batas
dan menjaga modal yang diinvestasikan dalam perusahaan selama jangka waktu yang ditentukan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan.

3.   Menjaga agar kualitas produk berada pada tingkat
yang diharapkan guna memenuhi apa yang dibutuhkan produk itu sendiri dan menjaga agar kegiatan produksi tidak mengalami gangguan.

4.   Memperhatikan dan menghindari kegiatan-kegiatan
operasi mesin serta peralatan yang dapat membahayakan keselamatan kerja.

5.   Mencapai tingkat biaya serendah mungkin,
dengan melaksanakan kegiatan maintenance secara efektif dan efisien untuk keseluruhnannya.

6. Sebutkan jenis dan alat – alat pemeliharaan karyawan?

1. Breakdown Maintenance (Perawatan saat terjadi Kerusakan)

Breakdown Maintenance adalah perawatan yang dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan pada mesin atau peralatan kerja sehingga Mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara normal atau terhentinya operasional secara total dalam kondisi mendadak. Breakdown Maintenance ini harus dihindari karena akan terjadi kerugian akibat berhentinya Mesin produksi yang menyebabkan tidak tercapai Kualitas ataupun Output Produksi.

2. Preventive Maintenance (Perawatan Pencegahan)

Preventive Maintenance atau kadang disebut juga Preventative Maintenance adalah jenis Maintenance yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada mesin selama operasi berlangsung. Contoh Preventive maintenance adalah melakukan penjadwalan untuk pengecekan (inspection) dan pembersihan (cleaning) atau pergantian suku cadang secara rutin dan berkala.

7. Apakah menurut anda cuti dan cuti hamil diri termasuk benefits atau tidak?        Sebutkan alasan – alasan anda! Ya termasuk dari benefits
ü  Perkara kehamilan dan melahirkan anak sama sekali bukan perkara sepele, dan isu mengenai hak pekerja perempuan meninggalkan tugas mereka sementara waktu demi bertaruh nyawa melahirkan anak manusia ke muka bumi, akan tetap hangat dibicarakan, terutama di negara di mana hak-hak pekerja belum sepenuhnya dapat dipenuhi.
ü  Cuti melahirkan (maternity leave) masih kerap dianggap enteng, atau bahkan menjadi keberatan sejumlah perusahaan. Ada saja perusahaan yang begitu mengetahui pegawai perempuannya hamil, lantas memberi sinyal keberatan untuk memberikan cuti melahirkan tiga bulan penuh, sehingga si karyawan akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.
ü  Cuti adalah keadaan tidak masuk kerja yang diijinkan dalam jangka waktu tertentu. Cuti diberikan dalam rangka usaha menjamin kesegaran jasmani dan rohani.

8.Bagaimana pengaruh tingkat kesejahteraan karyawan terhadap tingkat absensi dan turnover karyawan? Uraikan jawaban anda!
pengaruh positif antara unsur-unsur absensi, turover karyawan. Kompensasi dari hasil ini mengacu pada penegakan kedisiplinan melalui kesejahteraan, yang pada waktunya memunculkan loyalitas karyawan dan produktivitas perusahaan itu sendiri.

9.Apa saja tujuan pemberian kesejahteraan?
Program pemberian kesejahteraan diyakini menimbulkan dampak positif bagi perusahaan yaitu untuk menarik, memelihara, dan menciptakan kualitas lingkungan kerja yang diharapkan. Dengan semakin dirasakan pentingnya oleh perusahaan, maka nilai program pemberian kesejahteraan ini cenderung meningkat. Pada dasarnya ada tujuan dan manfaat dari pemberian kesejahteraan yang dapat dirasakan baik oleh karyawan sebagai penerima maupun oleh perusahaan sebagai pihak yang memberikan tunjangan.
10. Apakah bonus/gratifikasi termasuk kesejahteraan karyawan atau tidak? Apakah alasan anda?
Istilah gratifikasi tidak dikenal dalam lingkup hubungan kerja antara pengusaha dengan pekerjanya. Di samping itu, pemberian bonus pun tidak dapat disamaartikan dengan “gratifikasi” karena prinsipnya bonus itu diberikan kepada pekerja karena hasil keuntungan perusahaan atau karena pekerja menghasilkan hasil kerja lebih besar dari target produksi yang normal atau karena peningkatan produktivitas, yang mana besarnya pembagian bonus diatur berdasarkan kesepakatan   

Jadi, bonus bukanlah gratifikasi, karena bonus adalah pembayaran yang diterima pekerja dari hasil keuntungan perusahaan atau karena pekerja menghasilkan hasil kerja lebih besar dari target produksi yang normal atau karena peningkatan produktivitas.

Bonus/Gratifikasi termasuk kedalam kesejahteraan karyawan karena Bonus adalah pembayaran yang diterima pekerja dari hasil keuntungan perusahaan atau karena pekerja menghasilkan hasil kerja lebih besar dari target produksi yang normal atau karena peningkatan produktivitas.



                        

CONTOH PELIHARAAN PADA SUATU PERUSAHAAN
  
                Manusia merupakan unsur paling penting dalam proses-proses organisasi ataupun proses kerja. Dalam hal ini manusialah yang dapat menentukan maju mundurnya sebuah organisasi, dan pada intinya manusialah yang menjadi sumber daya yang perlu terus dipelihara. Pemeliharaan ataupun perawatan SDM merupakan salah satu tindakan penting untuk terus menghasilkan kualitas manusia yang unggul serta memiliki dedikasi tinggi.
Menurut Edwin B. Flippo
         “the maintenance function of personnel is concerned primarily with preserving the physical, mental, and emotional condition of employees”. Karyawan adalah asset (kekayaan) utama setiap perusahaan, yang selalu ikut aktif berperan dan paling menentukan tercapai tidaknya tujuan perusahaan.Oleh karena itu, keamanan dan keselamatannya perlu mendapat pemeliharaan sebaik-baiknya dari pimpinan perusahaan.
         Pengertian pemeliharaan (maintenance) menurut Hasibuan (2000;176), adalah “usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan, agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan”. Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan program kesejahteraan yang berdasarkan kebutuhan sebagian besar karyawan serta berpedoman kepada internal dan eksternal konsistensi.
Ø     CONTOH PERUSAHAAN (peliharaan)
        Sebagai contoh dalam peliharaan untuk mempersiapkan peralatan pekerjaan dan menempatkan kembali peralatan kerja disuatu perusahaan tersebut pada tempat yang telah disediakan oleh pihak perusahaan.
o   Semisal Perusahaan Industri
PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN MESIN INDUSTRI
        Perawatan di suatu industri merupakan salah satu faktor yang penting dalam mendukung suatu proses produksi yang mempunyai daya saing di pasaran. Produk yang dibuat industri harus mempunyai hal-hal berikut:
• Kualitas baik
• Harga pantas
 • Di produksi dan diserahkan ke konsumen dalam waktu yang cepat.
         Oleh karena itu proses produksi harus didukung oleh peralatan yang siap bekerja setiap saat dan handal. Untuk mencapai hal itu maka peralatan-peralatan penunjang proses produksi ini harus selalu dilakukan perawatan yang teratur dan terencana.
  Dibentuknya bagian perawatan dalam suatu perusahaan industri dengan tujuan :
1. Agar mesin-mesin industri, bangunan, dan peralatan lainnya selalu dalam keadaan siap pakai secara optimal.
2. Untuk menjamin kelangsungan produksi sehingga dapat membayar kembali modal yang telah ditanamkan dan akhirnya akan mendapatkan keuntungan yang besar.
Tujuan utama perawatan:
1. Untuk memperpanjang umur penggunaan asset.
2. Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi dan dapat diperoleh laba yang maksimum.
3. Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu.
4. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut.
Hal - hal yang perlu di perhatikan yaitu :                                 
ü  Membersihkan ruang kerja
ü  Melindungi ruang kerja itu agar tetap bersih selama bekerja
ü  Meninggalkan tempat kerja dalam kondisi bersih dan aman
Dan untuk cara merawatnya sederhana ternyata cukup mudah :
ü  Menempatkan Alat safety pada tempatnya setelah selesai dipakai,
ü  Melakukan pembersihan dengan berkala,
ü  Mengecek Alat Safety sebelum digunakan untuk ketahui adanya kerusakan atau tidak layak pakai,
ü  Meyakinkan Alat Safety yang dipakai aman untuk keselamatan bila tidak cocok maka perlu ditukar dengan alat yang baru.
ü  Lakukan pengecekan rutin yang menyangkut cara penyimpanan, kebersihan dan kondisinya
ü  Jika saat dilakukan pengecekan diketemukan perlengkapan kerja yang kualitasnya tidak pas kriteria maka alat itu ditarik dan tidak dibenarkan untuk dipakai.
ü  Jika kita rajin merawatnya sudah pasti perlengkapan kerja kita akan tertangani dan terpantau, itu juga untuk keselamatan kita gan. Ditambah lagi bila kita bekerja dengan mesin-mesin berat yang memerlukan perlindungan keselamatan yang lebih lengkap.
BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan

                           Pemeliharaan ataupun perawatan SDM merupakan salah satu tindakan penting untuk terus menghasilkan kualitas manusia yang unggul serta memiliki dedikasi tinggi. Pemeliharaan (maintenance) adalah kegiatan untuk memelihara, mempertahankan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, sikap karyawan dan loyalitas karyawan, agar mereka bekerja sama sampai pensiun dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan. Jika pemeliharaan karyawan kurang diperhatikan, semangat kerja, sikap, dan loyalitas karyawan akan menurun. Absensi dan turn-over meningkat, disiplin akan menurun sehingga pengadaan, pengembangan, kompensasi, dan pengintegrasian yang telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang berarti untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan supaya karyawan bersemangat bekerja, berdisiplin tinggi, dan bersikap loyal dalam menunjang tujuan perusahaan maka fungsi pemeliharaan mutlak mendapat perhatian manajer.
B.  Saran
Perlunya untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi fisik, mental dan sikap karyawan agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif.  Untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Meningkatkan disiplin dan menurunkan absensi karyawan serta meningkatkan kesejahteraan karyawan yang baik. Adanya prestasi kerja dan loyalitas karyawan dalam mencapai tujuan, Mengurangi konflik yang terjadi dan menciptakan suasana yang harmonis.



Contoh Laporan PKL Yogjakarta 2020

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL/MAGANG/STUDY VISIT) UNIVERSITAS BINA INSAN LUBUKLINGGAU (STUDI BANDING : LUBUKLINGGAU – YOGYAKART...