PERSAINGAN, MACAM PERSAINGAN, STRATEGI,
ANALISIS SWOT.
(Studi
Manajemen Pemasaran)
JURNAL
Untuk memenuhi sebagian syarat dari proses
belajar
Ilmu
Management pada Perguruan Tinggi STIE-MURA Lubuklinggau
(UNIBI)
Oleh:
Rendi Setiawanto
217.01.0269
E-mail:
serendii114@gmail.com

JURUSAN MANAJEMEN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUSI
RAWAS
STIE-MURA LUBUKLINGGAU
TAHUN 2019
ABSTRAK
PERSAINGAN, MACAM
PERSAINGAN, STRATEGI, ANALISIS
SWOT. Dalam
dunia persaingan usaha dikenal dengan dinamika persaingan yang berarti
perubahan-perubahan yang terjadi terhadap persaingan yang terjadi pada
perusahaan dalam memperebutkan pelanggan pada periode-periode tertentu. Untuk
itu setiap perusahaan perlu memperhatikan dinamika yang terjadi agar mereka
bisa mengikuti persaingan supaya tidak mengalami kekalahan dalam kompetisi di
pasar. perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman
(threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan
penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam
mencapai tujuan tersebut.
Tuntunan dunia bisnis dan manajemen
yang semakin tinggi dan keras mensyaratkan sikap dan pola kerja yang
profesional. Persaingan yang semakin ketat juga seakan mengharuskan orang-orang
bisnis untuk bersungguh-sungguh menjadi profesional bila mereka ingin sukses
dalam profesinya. Persaingan dalam dunia bisnis mendorong pebisnis meningkatkan
efisiensi dan kualitas produk untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain dan
pelanggan merasa puas dengan produk tersebut.
daya saing dalam bidang-bidang
kedekatan dengan pasar sasaran, kedekatan dengan sediaan tenaga kerja trampil,
kemudahan dan kemurahan masalah transportasi dan distribusi, ketersediaan bahan
baku dan bahan pembantu, ketersediaan bahan bakar, listrik, dan air, kemudahan
dan kemurahan pengelolaan limbah industri, kemudahan perijinan serta penerimaan
masyarakat, dan bahkan adanya intensif pajak.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi dan menjelaskan kekuatan
dan kelemahan (lingkungan internal) serta peluang dan ancaman (lingkungan eksternal)
serta merumuskan srtategi pemasaran Kartu simPATI VS XL yang tepat melalui
analisis SWOT (Strengths, Weaknesess, Opportunities, dan Threats).
Kata Kunci : Persaingan jumlah
pelanggan, perencanaan stategi, pendekatan pasar, strategi pemasaran.
2
ABSTRACT
COMPETITION, KINDS OF COMPETITION, STRATEGY, SWOT
ANALYSIS. In the world of business
competition, it is known as the dynamics of competition, which means changes
that occur in competition that occur in companies fighting over customers in
certain periods. For this reason, every company needs to pay attention to the
dynamics that occur so that they can follow the competition so they do not
experience defeat in the competition on the market. Strategic planning is used
to evaluate the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in a project
or business speculation. This process involves determining specific goals of
business or project speculation and identifying internal and external factors
that support and those that are not in achieving that goal.
The increasingly high
and hard guidance of the business and management world requires professional
working attitudes and patterns. Increasingly tight competition also seems to
require business people to be serious about being professionals if they want to
be successful in their profession. Competition in the business world encourages
businesses to increase the efficiency and quality of products to be able to
compete with other companies and customers are satisfied with the product.
competitiveness in
the areas of proximity to the target market, proximity to the supply of skilled
labor, the ease and mercy of the problems of transportation and distribution,
availability of raw materials and auxiliary materials, availability of fuel,
electricity and water, ease and merit of industrial waste management, ease
community permits and receipts, and even tax intensive. This study aims to
identify and explain strengths and weaknesses (internal environment) as well as
opportunities and threats (external environment) and formulate appropriate
motorcycle marketing strategies through SWOT analysis (Strengths, Weaknesess,
Opportunities, and Threats).
Keywords: Customer
number competition, strategy planning, market approach, marketing strategy.
3
A. Pendahuluan
1.1
Latar Belakang Masalah
Perkembangan bisnis di Indonesia semakin lama semakin
menonjol
akan
kompleksitas, persaingan, perubahan, dan ketidakpastian. Keadaan ini
menimbulkan
persaingan yang tajam antara perusahaan, sehingga memaksa
perusahaan
untuk lebih memperhatikan lingkungan yang dapat mempengaruhi
perusahaan,
agar perusahaan mengetahui strategi pemasaran seperti apa dan
bagaimana
yang harus diterapkan dalam perusahaan.
Kerangka Dasar Teori
Pengertian Manajemen Strategis
Definisi manajemen strategi menurut David (2006 : 6)
adalah sebagai
seni
dan ilmu untuk memformulasikan, mengimplementasi, dan mengevaluasi
keputusan
lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Seperti
tersirat dalam definisi, manajemen strategis berfokus pada mengintegrasikan manajemen,
pemasaran, keuangan/akuntansi, produk/operasi, penelitian dan pengembangan, dan
sistem informasi computer untuk mencapai tujuan organisasi.
Manfaat Manajemen Strategis
Perencanaan sebagai
salah satu fungsi dari manajemen yang pertama memiliki peranan yang sangat
penting. Dengan perencanaan yang bagus, sebuah organisasi akan memiliki arah
dan langkah yang jelas. Dengan menggunakan manajemen strategis sebagai suatu
kerangka kerja untuk menyelsesaikan setiap masalah strategis di dalam
organisasi, maka para pemimpin organisasi diajak untuk berpikir lebih kreatif
atau berpikir secara strategik.
4
Ada beberapa manfaat
yang diperoleh organisasi jika
menerapkan
manajemen strategis, yaitu :
1).
Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju
2).
Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi
3).
Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif
4).
Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam
lingkungan
yang semkin beresiko
5).
Aktifitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan organisasi
untuk
mencegah munculnya masalah dimasa mendatang
6).
Keterlibatan karyawan/anggota organisasi dalam pembuatan strategi akan
lebih
memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya
7).
Aktifitas tumpang tindih akan dikurangi
8).
Keengganan untuk berubah dari karyawan/anggota organisasi akan dapat
dikurangi
Analisis SWOT
Menurut David (2006), untuk menganalisis penentuan
strategi menjadi
jelas,
ada sembilan macam matriks yang dapat digunakan yakni sebagai berikut:
a.
Matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE)
b.
Matriks Internal Factor Evalution (IFE)
c.
Matriks Competitive Profile (CP)
d.
Matriks SWOT
e.
Matriks Strategic Position and Action Evalution (SPACE)
f.
Matriks Internal-Exsternal (IE)
g.
Matriks Boston Consulting Group (BCG)
h.
Matriks Grand Strategy
i.
Matriks Quantitative Strategies Planning (QSP)
5
Strategi
Pemasaran
Berikut
strategi pemasaran berdasarkan unsur-unsur bauran pemasaran
adalah
sebagai berikut :
1). Strategi produk
Dalam bahasan ini akan diuraikan proses pengembangan dan
pemasaran
produk-produk
baru dihubungkan dengan tujuh tahap siklus hidup suatu
produk.
Ketujuh tahap siklus hidup produk tersebut adalah :
a). Membangkitkan
dan menyaring konsep atau gagasan
Produk-produk baru dimulai dari gagasan atau konsep.
Tahap pertama
dalam
mengembangkan produk baru mencakup membangkitkan dan
menyarig
konsep atau gagasan.
b).
Perencanaan dan pengembangan produk
Dalam tahap ini meliputi evaluasi yang lebih mendalam,
perencanaan,
dan
pengembangan konsep produk yang lolos dari proses penyaringan
konsep
atau gagasan.
c).
Uji pemasaran atau stimulasi pasar
Dalam tahapan ini, reaksi konsumen terhadap produk
diselidiki.
Produk-produk
diuji pasar di daerah tertentu untuk menentukan potensi
penjualannya.
Uji pasar ini didasarkan pada sampel kecil dari sebagian
masyarakat
konsumen potensial.
d).
Tahap komersialisasi atau pengenalan
Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses pengembangan
produk
baru
dan merupakan tahap awal dari daur hidup produk. Sasaran utama
dalam
produk ini adalah membuat konsumen mengetahui produk
tersebut
dan mencoba membelinya.
eJournal
Adminsitrasi Bisnis, Volume 1, Nomor 1, 2013: 56-70 62
6
e).
Tahap pertumbuhan pasar
Dalam tahap pertumbuhan, penjualan produk mulai meningkat
secara
cepat
dan produk tersebut mulai member sedikit keuntungan. Pasar
semakin
luas disebabkan semakin meningkatnya pembelian ulang oleh
pembeli
sebelumnya dan pembeli-pembeli baru dalam jumlah besar
yang
dipengaruhi oleh para pembeli sebelumnya.
f).
Tahap kejenuhan atau kedewasaan
Dalam tahap kejenuhan, pertumbuhan penjualan mulai
berkurang atau
melambat
dan semakin lama semakin mendekati pertumbuhan nol.
Kebanyakan konsumen yang pernah melakukan pembelian
produk
mungkin
akan melanjutkan pembelian produk tersebut, atau mungkin
mulai
mencoba produk merek lainnya.
g).
Tahap penurunan atau penghapusan produk
Dalam tahap ini, pasar produk tidak normal lagi dan
penjualan mulai
turun
secara cepat atau drastis. Dalam tahap ini produk mungkin dapat
dihapus
atau tidak diproduksi lagi.
2). Strategi harga
Terdapat
tiga hal penting yang mempengaruhi strategi harga yaitu sebagai
berikut:
a)
Karakteristik konsumen
b)
Karakteristik perusahaan
c).
Karakteristik persaingan
3). Strategi saluran distribusi
Pilihan pasar, segmentasi pasar, dan target pasar sangat
terkait dengan
saluran
distribusi. Dalam saluran langsung, pabrikasi atau perusahaan
menjual
secara langsung kepada pemakai akhir. Dalam saluran tidak
langsung,
pabrik atau perusahaan menggunakan satu atau lebih perantara
untuk
menjual produk ke pemakai akhir.
7
Jenis-jenis
perantara pemasaran,
yaitu
:
a).
Perantara
b).
Agen
c).
Perwakilan perusahaan
d).
Pedagang besar
e).
Pengecer
f).
Pedagang perantara
g).
Agen penjualan
h).
Distributor atau perantara
i).
Dealer
j).
Pemborong
4). Strategi promosi
a).
Periklanan
b).
Promosi penjualan
c).
Publisitas
d).
Penjualan personal
8
1.2
Bahan dan Metode
Iklan merupakan salah satu instrument pemasaran modern
yang aktivitasnya didasarkan pada konsep komunikasinya maka keberhasilannya
dalam mendukung program pemasaran merupakan pencerminan dari keberhasilan
komunikasi. Dengan beriklan, perusahaan berusaha mengkomunikasikan baik
keberadaan perusahaan itu sendiri maupun produk ataupun jasa yang dihasilkan
dan semaksimal mungkin bagaimana iklan tersebut mampu memuaskan konsumen dengan
menyajikan pesan yang sesuai keinginan konsumen.
Tidak bisa dipungkiri, hingga saat ini iklan masih
menjadi sarana yang tepat dalam menunjang aktivitas pemasaran karena dengan
berkomunikasi melalui iklan beberapa tujuan bisa tercapai, seperti meningkatkan
awareness, sales dan image suatu produk ataupun jasa. Demi tercapainya tujuan
tersebut maka masing-masing perusahaan bersaing untuk memperebutkan pasar
konsumen melaui iklan. Akhirnya, yang terjadi adalah persaingan iklan
besar-besaran. Oleh sebab itu, iklan dapat dijadikan sebagai salah satu
parameter yang dapat digunakan untuk melakukan analisis persaingan untuk
mengukur posisi suatu produk ataupun jasa dari suatu perusahaan terhadap produk
ataupun jasa dari perusahaan pesaingnya.
Tampilan iklan-iklan pada media televisi berlomba-lomba
menarik simpati para pemirsanya dengan berbagai variasi. Salah satunya adalah
tampilan iklan yang mengandung unsur persaingan. Persaingan provider celullar
paling seru saat ini adalah antara XL dan Telkomsel.
Menurut Lee dan Johnson (2004:03) mengatakan bahwa iklan
adalah komunikasi komersil dan non personal tentang sebuah organisasi dan
produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak melalui media bersifat
misal seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail, reklame luar ruang
atau kendaraan umum.
9
Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang
menawarkan layanan pra bayar GSM. Telkomsel ini mengklaim sebagai operator
seluler terbesar di Indonesia, dengan 81.644.000 pelanggan (pada 31 Desember
2007) dan market share sebesar 51% pada 1 Januari 2007. Telkomsel memiliki tiga
produk GSM, yaitu simPATI (prabayar), Kartu AS (prabayar), serta Kartu HALO
(pascabayar).
Pertumbuhan pengguna layanan jejaring sosial dan
komunitas di Indonesia sangat pesat belakangan ini. Tak heran jika kemudian
sejumlah operator telekomunikasi berlomba untuk menjaringnya. Pesatnya
pertumbuhan mungkin bisa mengacu pada situs jejaring Facebook yang kini
memiliki pengguna aktif lebih dari 11.000.000 di Indonesia. Jumlahnya meningkat
13 kali lipat dibanding akhir 2008 lalu yang hanya berkisar 800.000 orang.
Untuk membangun kembali situs “one stop destination” tersebut, Telkomsel
kemudian menggandeng PT Access Mobile Indonesia untuk mengembangkan konten yang
bisa dinikmati pelanggan dan komunitas berdasarkan minatnya. MyPulau menawarkan
fitur seperti Social Status Integrator, My Interests, dan My Buys.
Melalui fitur tersebut, pengguna
dapat memanfaatkan profil uniknya yang terintegrasi dengan berbagai situs
jejaring sosial untuk menciptakan komunitas pertemanan sendiri, menulis blog,
serta bertransaksi dalam forum jual-beli secara e-commerce. Selain untuk
bersilaturahim dengan kawan dan kerabat, jejaring sosial juga kerap digunakan
sebagai media untuk saling berinteraksi dengan para netter yang memiliki
persamaan minat.
Maka, terbentuklah beragam komunitas di Internet yang
jumlahnya kian banyak. Potensi ini yang kemudian dibidik sejumlah operator.
Telkomsel adalah contoh paling baru. Operator ini coba mengoptimalkan kembali
MyPulau, situs jejaring sosial dan komunitas yang telah dibangunnya sejak 2007.
10
1.3
Hasil
Persaingan yang terjadi antar operator, tidak lagi hanya
berkaitan dengan adu kecanggihan teknologi dan keunggulan produk yang mereka
miliki tetapi sudah mengarah ''perang harga''. Untuk mengantisipasi persaingan
pasar tersebut disamping mengandalkan kecanggihan teknologi yang dimilikinya,
Telkomsel terus mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam memberikan layanan
dan fasilitas (content) yang ditawarkan dari setiap produk yang dijualnya
sehingga tetap bisa memimpin pasar selular. Kartu As yang diluncurkan pada
tahun 2003 sedang memasuki tahap pertumbuhan. Tahap pertumbuhan ini ditandai
dengan peningkatan pesat penjualan. Konsumen awal menyukai produk tersebut, dan
konsumen berikutnya mulai membeli produk itu. Peluncuran kartu As ini merupakan
upaya PT.Telkomsel,Tbk untuk menawarkan produknya yang sesuai kebutuhan
pelanggan.
Di saat terjadi perang harga kartu perdana murah dalam
industri seluler, PT.Telkomsel,Tbk meluncurkan Kartu As sebagai fighting brand.
Kartu As ditujukan bagi konsumen kelas menengah ke bawah yang sensitif terhadap
harga. Keputusan dilakukan karena tidak mungkin menurunkan harga simPATI dan
Kartu HALO secara drastis karena jika hal ini dilakukan dikhawatirkan para
pelanggan Kartu HALO dan simPATI akan mengira ada penurunan kualitas dari
produk-produk Telkomsel. Dalam menetapkan harga produk Kartu As,
PT.Telkomsel,Tbk menggunakan strategi penetration pricing. Dalam strategi ini,
harga ditetapkan relative rendah pada tahap awal Product Life Cycle (PLC).
Tujuannya adalah agar dapat meraih pangsa pasar yang besar dan sekaligus
menghalangi masuknya para pesaing.
Analisis SWOT Sebuah Perusahaan
Peluang dari Lingkungan Kuadran 3 Kuadran 1 Kelemahan
Internal Kekuatan Internal Kuadran 4 Kuadran 3 Berbagai Ancaman Kuadran 1 :
Pada situasi kuadran 1, berada pada situasi yang paling menguntungkan. Posisi
pada kuadran 1, berarti perusahaan mempunyai peluang dan kekuatan.
11
Strategi yang harus diambil dalam kondisi seperti ini
adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif atau growth oriented
strategy dengan memanfaatkan peluang yang ada serta kekuatan internal yang
dimiliki perusahaan.
Kuadran 2: Pada suatu perusahaan yang telah melakukan
identifikasi mengenai kekuatan inti akan menghadapi situasi lingkungan yang
tidak menguntungkan, Walaupun mempunyai ancaman dari lingkungan eksternal,
perusahaan masih mempunyai kekuatan dari
internal perusahaan yang bisa digunakan sebagai nilai
tambah. Dalam situasi seperti ini, strategi yang harusnya diterapkan oleh
perusahaan adalah menggunakan kekuatan yang dimilikinya yaitu sumber daya dan
kompetensinya untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan melakukan
diversifikasi. Kuadran 3: perusahaan memiliki peluang yang sangat besar dari
pasar tetapi perusahaan mempunyai kelemahan dari sumber daya internal. Fokus
dari strategi perusahaan yang berada dalam kondisi seperti ini harusnya adalah
menghilangkan kelemahan internal sehingga dapat berkonsentrasi pada mengejar
peluang pasar yang tersedia.
Kuadran 4: Posisi ini merupakan situasi yang paling tidak
menguntungkan bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena perusahaan selain
mempunyai hambatan pada faktor ekternalnya yaitu adanya ancaman dari pasar,
juga mempunyai hambatan pada sumber daya internal. Situasi tersebut tentu saja
membutuhkan strategi yang dapat mengurangi atau bahkan dapat mengarahkan
kembali keterlibatan produk atau pasar yang telah ditelaah menggunakan analisa
SWOT.
Strategi produk untuk kartu As juga menggunakan strategi
diversifikasi tetapi dengan lebih menekankan pada perluasan produk dan
pelayanan. Perluasan produk dilakukan dengan meluncurkan kartu As edisi Slank,
sedangkan peluasan pelayanan dilakukan dengan melengkapi fitur yang dimiliki
kartu As yang pada awalnya hanya memiliki fitur standard yaitu fitur percakapan
dan pengiriman pesan singkat (SMS) menjadi memiliki fitur yang lengkap sama
seperti kartu Telkomsel lainnya.
12
Adapun Kartu As, perdana Simpati yang memberikan nomor
dan kartu secara cuma-cuma karena harga paket perdanadengan isi pulsanya sama,
yaitu Rp 25.000. Dengan berbagai produk barunya itu, tidakberlebihan jika
Telkomsel sampai saat ini masih tetap dapat memimpin pasar selularIndonesia.
1.4
Pembahasan
Telkomsel merupakan operator telekomunikasi selular
dengan market share terbesar di Indonesia yang kini dipercaya melayani lebih
dari 83 juta pelanggan. Pada tahun 2010, Telkomsel menargetkan penambahan
sekitar 18 juta pelanggan baru sehingga secara keseluruhan Telkomsel akan
melayani sekitar 100 juta pelanggan.
Saat ini Telkomsel telah menggelar lebih dari 32.000 Base
Transceiver Station (BTS) termasuk lebih dari 5.000 Node B (BTS 3G) di 150 kota
yang menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia. Bahkan kenyamanan
komunikasi saat berada di luar negeri tetap terjamin karena Telkomsel juga
bekerjasama dengan sekitar 400 operator mitra International Roaming dan 290
operator mitra data roaming di seluruh dunia.
Dalam upaya memandu perkembangan industri telekomunikasi
selular di Indonesia memasuki era baru mobile broadband, Telkomsel secara
konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi selular GSM terkini, mulai dari
3G, HSDPA, HSPA+, serta dalam waktu dekat melakukan uji coba Long Term Evolution
(LTE) yang merupakan teknologi selular GSM generasi keempat (4G). Diharapkan
pada tahun ini total 24 kota besar di seluruh Indonesia dapat menikmati full
coverage layanan mobile broadband Telkomsel.
13
Telkomsel merupakan operator selular terkemuka di
Indonesia yang dimiliki PT Telkom dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen
dan SingTel sebesar 35 persen.Telkomsel didirikan pada tahun 1995 sebagai wujud
semangat inovasi untuk mengembangkan telekomunikasi Indonesia yang terdepan.
Untuk mencapai visi tersebut, Telkomsel
terus memacu pertumbuhan jaringan telekomunikasi di seluruh penjuru Indonesia
secara pesat sekaligus memberdayakan masyarakat. Telkomsel menjadi pelopor
untuk berbagai teknologi telekomunikasi selular di Indonesia, termasuk yang
pertama meluncurkan layanan roaming internasional dan layanan 3G di
Indonesia.
Hingga
Juni 2010, Telkomsel dipercaya melayani 88,3 juta pelanggan, menjadikan
Telkomsel sebagai pemimpin pasar di industri telekomunikasi selular dengan
pangsa pasar sekitar 50 persen.
Sebagai operator selular yang memiliki visi “Best and
Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in the Region”, Telkomsel
menyediakan ragam pilihan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan
melalui produk paskabayar kartuHALO maupun prabayar sim PT. XL Axiata Tbk. (XL) didirikan pada tahun 1989 dan
dimiliki oleh Axiata Group Berhad melalui perusahaan Indocel Holding Sdn Bhd
(66,7%). Perusahaan ini adalah salah satu pemain selular terbesar di area Asia
Pasifik, Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat
International Indonesia Ltd (13,3%). Perusahaan ini adalah penyedia selular
terbesar di Timur Tengah dan Afrika, dan sebanyak 20% saham dimiliki oleh
publik secara terbuka.XL memulai kegiatan komersialnya di tahun 1996, XL saat
ini adalah salah satu penyedia jasa layanan telekomunikasi selular terbesar dan
tertinggi untuk pertumbuhan di industri telekomunikasi dengan melayani 31,4
juta pelanggan dari berbagai negara sampai akhir tahun 2009.PATI dan Kartu As.
Kekuatan XL antara
lain terdapat pada: XL secara terus menerus mencari tempat dimana dapat
melakukan praktek yang terbaik dalam menjalankan bisnis. Perusahaan juga
menyadari dinamika di seputar tata kelola perusahaan di Indonesia yang telah
mengalami kemajuan selama ini.
14
Setelah menganalisis
data-data dan informasi sebelumnya, maka bisa ditarik beberapa kesimpulan
mengenai manajemenstrategi XL, yaitu:
1. XL telah berupaya sepenuhnya untuk dapat
memenuhi kebutuhan para pelanggan melalui layanan yang berkualitas tinggi.
2. Fokus masa, dari yang pada awalnya XL tidak
terlalu menargetkan segmen pasarnya, akan tetapi sekarang mengarah ke pasar
yang ingin bicara tidak sebentar (anak muda yang mau curhat dan pebisnis yang
mau bicara dengan durasi yang lama).
Jadi, dapat
disimpulkan bahwa kelebihan produk Telkomsel adalah memiliki video blog yang
bisa digunakan untuk merekam video klip dan dapat dilihat oleh pengguna lain,
jangkauannya lebih luas dibanding dengan operator lain, registernya mudah hanya
melalui SMS, memiliki pelayanan-pelayanan seperti movie, entertainment,
infotainment, religion, music, dan life style.
1.5
Kesimpulan
Persaingan antara XL dan Telkomsel termasuk kedalam
persaingan merk, dimana di dalamnya terjadi persaingan dalam penetapan harga,
feature yang ditawarkan dan yang paling kentara adalah pada persaingan iklan.
Berkali-kali dapat dilihat pada iklan-iklan kartu XL dan kartu as/simpati
(Telkomsel) saling menjatuhkan dengan cara saling memurahkan tarif sendiri.
XL mengeluarkan beberapa gembrakan
yaitu berupa pemberian features layanan dan promosi harga. Begitu pula,
Telkomsel yang memberikan strategi persainga nuntuk menangani macam-macam
persaingan.Misalnya saja pada pemberian strategiRp1/detikdari XL, Telkomsel
kemudian meluncurkan Rp0,5/detik. Menjawab promo dari Telkomsel tersebut, XL
saat ini membidik komunikasi antar operator melalui Rp0,1/detik ke semua
operator, kemudian mencoba mengikuti pemain baru 3 dengan Rp1/menit. Persaingan
ini tentu juga dengan operator CDMA. Selain itu juga pemberian features layanan
internet, XL memberikan features seperti HotRod 3G sedangkan Telkomsel
meluncurkanTelkom flash.
15
Daftar Pustaka
16