Rabu, 17 April 2019

JURNAL PERSAINGAN, MACAM PERSAINGAN, STRATEGI, ANALISIS SWOT.


PERSAINGAN, MACAM PERSAINGAN, STRATEGI,
ANALISIS SWOT.
    (Studi Manajemen Pemasaran)

JURNAL

     Untuk memenuhi sebagian syarat dari proses belajar

Ilmu Management pada Perguruan Tinggi STIE-MURA Lubuklinggau

 (UNIBI)

  Oleh:
   Rendi Setiawanto
                                   217.01.0269

E-mail: serendii114@gmail.com

                                   


JURUSAN MANAJEMEN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUSI RAWAS
                          STIE-MURA LUBUKLINGGAU
                                        TAHUN 2019









ABSTRAK
PERSAINGAN, MACAM PERSAINGAN, STRATEGI, ANALISIS SWOT. Dalam dunia persaingan usaha dikenal dengan dinamika persaingan yang berarti perubahan-perubahan yang terjadi terhadap persaingan yang terjadi pada perusahaan dalam memperebutkan pelanggan pada periode-periode tertentu. Untuk itu setiap perusahaan perlu memperhatikan dinamika yang terjadi agar mereka bisa mengikuti persaingan supaya tidak mengalami kekalahan dalam kompetisi di pasar. perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Tuntunan dunia bisnis dan manajemen yang semakin tinggi dan keras mensyaratkan sikap dan pola kerja yang profesional. Persaingan yang semakin ketat juga seakan mengharuskan orang-orang bisnis untuk bersungguh-sungguh menjadi profesional bila mereka ingin sukses dalam profesinya. Persaingan dalam dunia bisnis mendorong pebisnis meningkatkan efisiensi dan kualitas produk untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain dan pelanggan merasa puas dengan produk tersebut.
daya saing dalam bidang-bidang kedekatan dengan pasar sasaran, kedekatan dengan sediaan tenaga kerja trampil, kemudahan dan kemurahan masalah transportasi dan distribusi, ketersediaan bahan baku dan bahan pembantu, ketersediaan bahan bakar, listrik, dan air, kemudahan dan kemurahan pengelolaan limbah industri, kemudahan perijinan serta penerimaan masyarakat, dan bahkan adanya intensif pajak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kekuatan dan kelemahan (lingkungan internal) serta peluang dan ancaman (lingkungan eksternal) serta merumuskan srtategi pemasaran Kartu simPATI VS XL yang tepat melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesess, Opportunities, dan Threats).
Kata Kunci : Persaingan jumlah pelanggan, perencanaan stategi, pendekatan pasar, strategi pemasaran.



2




ABSTRACT
COMPETITION, KINDS OF COMPETITION, STRATEGY, SWOT ANALYSIS. In the world of business competition, it is known as the dynamics of competition, which means changes that occur in competition that occur in companies fighting over customers in certain periods. For this reason, every company needs to pay attention to the dynamics that occur so that they can follow the competition so they do not experience defeat in the competition on the market. Strategic planning is used to evaluate the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in a project or business speculation. This process involves determining specific goals of business or project speculation and identifying internal and external factors that support and those that are not in achieving that goal.
The increasingly high and hard guidance of the business and management world requires professional working attitudes and patterns. Increasingly tight competition also seems to require business people to be serious about being professionals if they want to be successful in their profession. Competition in the business world encourages businesses to increase the efficiency and quality of products to be able to compete with other companies and customers are satisfied with the product.
competitiveness in the areas of proximity to the target market, proximity to the supply of skilled labor, the ease and mercy of the problems of transportation and distribution, availability of raw materials and auxiliary materials, availability of fuel, electricity and water, ease and merit of industrial waste management, ease community permits and receipts, and even tax intensive. This study aims to identify and explain strengths and weaknesses (internal environment) as well as opportunities and threats (external environment) and formulate appropriate motorcycle marketing strategies through SWOT analysis (Strengths, Weaknesess, Opportunities, and Threats).
Keywords: Customer number competition, strategy planning, market approach, marketing strategy.




3




A.      Pendahuluan
1.1         Latar Belakang Masalah

Perkembangan bisnis di Indonesia semakin lama semakin menonjol
akan kompleksitas, persaingan, perubahan, dan ketidakpastian. Keadaan ini
menimbulkan persaingan yang tajam antara perusahaan, sehingga memaksa
perusahaan untuk lebih memperhatikan lingkungan yang dapat mempengaruhi
perusahaan, agar perusahaan mengetahui strategi pemasaran seperti apa dan
bagaimana yang harus diterapkan dalam perusahaan.

Kerangka Dasar Teori
Pengertian Manajemen Strategis
Definisi manajemen strategi menurut David (2006 : 6) adalah sebagai
seni dan ilmu untuk memformulasikan, mengimplementasi, dan mengevaluasi
keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Seperti tersirat dalam definisi, manajemen strategis berfokus pada mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produk/operasi, penelitian dan pengembangan, dan sistem informasi computer untuk mencapai tujuan organisasi.

Manfaat Manajemen Strategis
Perencanaan sebagai salah satu fungsi dari manajemen yang pertama memiliki peranan yang sangat penting. Dengan perencanaan yang bagus, sebuah organisasi akan memiliki arah dan langkah yang jelas. Dengan menggunakan manajemen strategis sebagai suatu kerangka kerja untuk menyelsesaikan setiap masalah strategis di dalam organisasi, maka para pemimpin organisasi diajak untuk berpikir lebih kreatif atau berpikir secara strategik.





4




Ada beberapa manfaat yang diperoleh organisasi jika
menerapkan manajemen strategis, yaitu :
1). Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju
2). Membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi
3). Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif
4). Mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam
lingkungan yang semkin beresiko
5). Aktifitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan organisasi
untuk mencegah munculnya masalah dimasa mendatang
6). Keterlibatan karyawan/anggota organisasi dalam pembuatan strategi akan
lebih memotivasi mereka pada tahap pelaksanaannya
7). Aktifitas tumpang tindih akan dikurangi
8). Keengganan untuk berubah dari karyawan/anggota organisasi akan dapat
dikurangi

Analisis SWOT

Menurut David (2006), untuk menganalisis penentuan strategi menjadi
jelas, ada sembilan macam matriks yang dapat digunakan yakni sebagai berikut:
a. Matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE)
b. Matriks Internal Factor Evalution (IFE)
c. Matriks Competitive Profile (CP)
d. Matriks SWOT
e. Matriks Strategic Position and Action Evalution (SPACE)
f. Matriks Internal-Exsternal (IE)
g. Matriks Boston Consulting Group (BCG)
h. Matriks Grand Strategy
i. Matriks Quantitative Strategies Planning (QSP)





5






Strategi Pemasaran
Berikut strategi pemasaran berdasarkan unsur-unsur bauran pemasaran
adalah sebagai berikut :

1). Strategi produk
Dalam bahasan ini akan diuraikan proses pengembangan dan pemasaran
produk-produk baru dihubungkan dengan tujuh tahap siklus hidup suatu
produk. Ketujuh tahap siklus hidup produk tersebut adalah :

a). Membangkitkan dan menyaring konsep atau gagasan
Produk-produk baru dimulai dari gagasan atau konsep. Tahap pertama
dalam mengembangkan produk baru mencakup membangkitkan dan
menyarig konsep atau gagasan.
b). Perencanaan dan pengembangan produk
Dalam tahap ini meliputi evaluasi yang lebih mendalam, perencanaan,
dan pengembangan konsep produk yang lolos dari proses penyaringan
konsep atau gagasan.
c). Uji pemasaran atau stimulasi pasar
Dalam tahapan ini, reaksi konsumen terhadap produk diselidiki.
Produk-produk diuji pasar di daerah tertentu untuk menentukan potensi
penjualannya. Uji pasar ini didasarkan pada sampel kecil dari sebagian
masyarakat konsumen potensial.
d). Tahap komersialisasi atau pengenalan
Tahap ini merupakan tahap akhir dari proses pengembangan produk
baru dan merupakan tahap awal dari daur hidup produk. Sasaran utama
dalam produk ini adalah membuat konsumen mengetahui produk
tersebut dan mencoba membelinya.
eJournal Adminsitrasi Bisnis, Volume 1, Nomor 1, 2013: 56-70 62





6







e). Tahap pertumbuhan pasar
Dalam tahap pertumbuhan, penjualan produk mulai meningkat secara
cepat dan produk tersebut mulai member sedikit keuntungan. Pasar
semakin luas disebabkan semakin meningkatnya pembelian ulang oleh
pembeli sebelumnya dan pembeli-pembeli baru dalam jumlah besar
yang dipengaruhi oleh para pembeli sebelumnya.
f). Tahap kejenuhan atau kedewasaan
Dalam tahap kejenuhan, pertumbuhan penjualan mulai berkurang atau
melambat dan semakin lama semakin mendekati pertumbuhan nol.
Kebanyakan konsumen yang pernah melakukan pembelian produk
mungkin akan melanjutkan pembelian produk tersebut, atau mungkin
mulai mencoba produk merek lainnya.
g). Tahap penurunan atau penghapusan produk
Dalam tahap ini, pasar produk tidak normal lagi dan penjualan mulai
turun secara cepat atau drastis. Dalam tahap ini produk mungkin dapat
dihapus atau tidak diproduksi lagi.

2). Strategi harga
Terdapat tiga hal penting yang mempengaruhi strategi harga yaitu sebagai
berikut:
a) Karakteristik konsumen
b) Karakteristik perusahaan
c). Karakteristik persaingan

3). Strategi saluran distribusi
Pilihan pasar, segmentasi pasar, dan target pasar sangat terkait dengan
saluran distribusi. Dalam saluran langsung, pabrikasi atau perusahaan
menjual secara langsung kepada pemakai akhir. Dalam saluran tidak
langsung, pabrik atau perusahaan menggunakan satu atau lebih perantara
untuk menjual produk ke pemakai akhir.



7





Jenis-jenis perantara pemasaran,
yaitu :
a). Perantara
b). Agen
c). Perwakilan perusahaan
d). Pedagang besar
e). Pengecer
f). Pedagang perantara
g). Agen penjualan
h). Distributor atau perantara
i). Dealer
j). Pemborong

4). Strategi promosi
a). Periklanan
b). Promosi penjualan
c). Publisitas
d). Penjualan personal







8








1.2         Bahan dan Metode

Iklan merupakan salah satu instrument pemasaran modern yang aktivitasnya didasarkan pada konsep komunikasinya maka keberhasilannya dalam mendukung program pemasaran merupakan pencerminan dari keberhasilan komunikasi. Dengan beriklan, perusahaan berusaha mengkomunikasikan baik keberadaan perusahaan itu sendiri maupun produk ataupun jasa yang dihasilkan dan semaksimal mungkin bagaimana iklan tersebut mampu memuaskan konsumen dengan menyajikan pesan yang sesuai keinginan konsumen.
Tidak bisa dipungkiri, hingga saat ini iklan masih menjadi sarana yang tepat dalam menunjang aktivitas pemasaran karena dengan berkomunikasi melalui iklan beberapa tujuan bisa tercapai, seperti meningkatkan awareness, sales dan image suatu produk ataupun jasa. Demi tercapainya tujuan tersebut maka masing-masing perusahaan bersaing untuk memperebutkan pasar konsumen melaui iklan. Akhirnya, yang terjadi adalah persaingan iklan besar-besaran. Oleh sebab itu, iklan dapat dijadikan sebagai salah satu parameter yang dapat digunakan untuk melakukan analisis persaingan untuk mengukur posisi suatu produk ataupun jasa dari suatu perusahaan terhadap produk ataupun jasa dari perusahaan pesaingnya.
Tampilan iklan-iklan pada media televisi berlomba-lomba menarik simpati para pemirsanya dengan berbagai variasi. Salah satunya adalah tampilan iklan yang mengandung unsur persaingan. Persaingan provider celullar paling seru saat ini adalah antara XL dan Telkomsel.

Menurut Lee dan Johnson (2004:03) mengatakan bahwa iklan adalah komunikasi komersil dan non personal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak melalui media bersifat misal seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail, reklame luar ruang atau kendaraan umum.






9






Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan pra bayar GSM. Telkomsel ini mengklaim sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, dengan 81.644.000 pelanggan (pada 31 Desember 2007) dan market share sebesar 51% pada 1 Januari 2007. Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu simPATI (prabayar), Kartu AS (prabayar), serta Kartu HALO (pascabayar).
Pertumbuhan pengguna layanan jejaring sosial dan komunitas di Indonesia sangat pesat belakangan ini. Tak heran jika kemudian sejumlah operator telekomunikasi berlomba untuk menjaringnya. Pesatnya pertumbuhan mungkin bisa mengacu pada situs jejaring Facebook yang kini memiliki pengguna aktif lebih dari 11.000.000 di Indonesia. Jumlahnya meningkat 13 kali lipat dibanding akhir 2008 lalu yang hanya berkisar 800.000 orang. Untuk membangun kembali situs “one stop destination” tersebut, Telkomsel kemudian menggandeng PT Access Mobile Indonesia untuk mengembangkan konten yang bisa dinikmati pelanggan dan komunitas berdasarkan minatnya. MyPulau menawarkan fitur seperti Social Status Integrator, My Interests, dan My Buys.
            Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memanfaatkan profil uniknya yang terintegrasi dengan berbagai situs jejaring sosial untuk menciptakan komunitas pertemanan sendiri, menulis blog, serta bertransaksi dalam forum jual-beli secara e-commerce. Selain untuk bersilaturahim dengan kawan dan kerabat, jejaring sosial juga kerap digunakan sebagai media untuk saling berinteraksi dengan para netter yang memiliki persamaan minat.
Maka, terbentuklah beragam komunitas di Internet yang jumlahnya kian banyak. Potensi ini yang kemudian dibidik sejumlah operator. Telkomsel adalah contoh paling baru. Operator ini coba mengoptimalkan kembali MyPulau, situs jejaring sosial dan komunitas yang telah dibangunnya sejak 2007.






10







1.3         Hasil

Persaingan yang terjadi antar operator, tidak lagi hanya berkaitan dengan adu kecanggihan teknologi dan keunggulan produk yang mereka miliki tetapi sudah mengarah ''perang harga''. Untuk mengantisipasi persaingan pasar tersebut disamping mengandalkan kecanggihan teknologi yang dimilikinya, Telkomsel terus mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam memberikan layanan dan fasilitas (content) yang ditawarkan dari setiap produk yang dijualnya sehingga tetap bisa memimpin pasar selular. Kartu As yang diluncurkan pada tahun 2003 sedang memasuki tahap pertumbuhan. Tahap pertumbuhan ini ditandai dengan peningkatan pesat penjualan. Konsumen awal menyukai produk tersebut, dan konsumen berikutnya mulai membeli produk itu. Peluncuran kartu As ini merupakan upaya PT.Telkomsel,Tbk untuk menawarkan produknya yang sesuai kebutuhan pelanggan.
Di saat terjadi perang harga kartu perdana murah dalam industri seluler, PT.Telkomsel,Tbk meluncurkan Kartu As sebagai fighting brand. Kartu As ditujukan bagi konsumen kelas menengah ke bawah yang sensitif terhadap harga. Keputusan dilakukan karena tidak mungkin menurunkan harga simPATI dan Kartu HALO secara drastis karena jika hal ini dilakukan dikhawatirkan para pelanggan Kartu HALO dan simPATI akan mengira ada penurunan kualitas dari produk-produk Telkomsel. Dalam menetapkan harga produk Kartu As, PT.Telkomsel,Tbk menggunakan strategi penetration pricing. Dalam strategi ini, harga ditetapkan relative rendah pada tahap awal Product Life Cycle (PLC). Tujuannya adalah agar dapat meraih pangsa pasar yang besar dan sekaligus menghalangi masuknya para pesaing.

Analisis SWOT Sebuah Perusahaan
Peluang dari Lingkungan Kuadran 3 Kuadran 1 Kelemahan Internal Kekuatan Internal Kuadran 4 Kuadran 3 Berbagai Ancaman Kuadran 1 : Pada situasi kuadran 1, berada pada situasi yang paling menguntungkan. Posisi pada kuadran 1, berarti perusahaan mempunyai peluang dan kekuatan.









11







Strategi yang harus diambil dalam kondisi seperti ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif atau growth oriented strategy dengan memanfaatkan peluang yang ada serta kekuatan internal yang dimiliki perusahaan.
Kuadran 2: Pada suatu perusahaan yang telah melakukan identifikasi mengenai kekuatan inti akan menghadapi situasi lingkungan yang tidak menguntungkan, Walaupun mempunyai ancaman dari lingkungan eksternal, perusahaan masih mempunyai kekuatan dari
internal perusahaan yang bisa digunakan sebagai nilai tambah. Dalam situasi seperti ini, strategi yang harusnya diterapkan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan yang dimilikinya yaitu sumber daya dan kompetensinya untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan melakukan diversifikasi. Kuadran 3: perusahaan memiliki peluang yang sangat besar dari pasar tetapi perusahaan mempunyai kelemahan dari sumber daya internal. Fokus dari strategi perusahaan yang berada dalam kondisi seperti ini harusnya adalah menghilangkan kelemahan internal sehingga dapat berkonsentrasi pada mengejar peluang pasar yang tersedia.
Kuadran 4: Posisi ini merupakan situasi yang paling tidak menguntungkan bagi perusahaan. Hal ini disebabkan karena perusahaan selain mempunyai hambatan pada faktor ekternalnya yaitu adanya ancaman dari pasar, juga mempunyai hambatan pada sumber daya internal. Situasi tersebut tentu saja membutuhkan strategi yang dapat mengurangi atau bahkan dapat mengarahkan kembali keterlibatan produk atau pasar yang telah ditelaah menggunakan analisa SWOT.
Strategi produk untuk kartu As juga menggunakan strategi diversifikasi tetapi dengan lebih menekankan pada perluasan produk dan pelayanan. Perluasan produk dilakukan dengan meluncurkan kartu As edisi Slank, sedangkan peluasan pelayanan dilakukan dengan melengkapi fitur yang dimiliki kartu As yang pada awalnya hanya memiliki fitur standard yaitu fitur percakapan dan pengiriman pesan singkat (SMS) menjadi memiliki fitur yang lengkap sama seperti kartu Telkomsel lainnya.








12








Adapun Kartu As, perdana Simpati yang memberikan nomor dan kartu secara cuma-cuma karena harga paket perdanadengan isi pulsanya sama, yaitu Rp 25.000. Dengan berbagai produk barunya itu, tidakberlebihan jika Telkomsel sampai saat ini masih tetap dapat memimpin pasar selularIndonesia.

1.4         Pembahasan

Telkomsel merupakan operator telekomunikasi selular dengan market share terbesar di Indonesia yang kini dipercaya melayani lebih dari 83 juta pelanggan. Pada tahun 2010, Telkomsel menargetkan penambahan sekitar 18 juta pelanggan baru sehingga secara keseluruhan Telkomsel akan melayani sekitar 100 juta pelanggan.
Saat ini Telkomsel telah menggelar lebih dari 32.000 Base Transceiver Station (BTS) termasuk lebih dari 5.000 Node B (BTS 3G) di 150 kota yang menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia. Bahkan kenyamanan komunikasi saat berada di luar negeri tetap terjamin karena Telkomsel juga bekerjasama dengan sekitar 400 operator mitra International Roaming dan 290 operator mitra data roaming di seluruh dunia.
Dalam upaya memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia memasuki era baru mobile broadband, Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi selular GSM terkini, mulai dari 3G, HSDPA, HSPA+, serta dalam waktu dekat melakukan uji coba Long Term Evolution (LTE) yang merupakan teknologi selular GSM generasi keempat (4G). Diharapkan pada tahun ini total 24 kota besar di seluruh Indonesia dapat menikmati full coverage layanan mobile broadband Telkomsel.







13








Telkomsel merupakan operator selular terkemuka di Indonesia yang dimiliki PT Telkom dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen dan SingTel sebesar 35 persen.Telkomsel didirikan pada tahun 1995 sebagai wujud semangat inovasi untuk mengembangkan telekomunikasi Indonesia yang terdepan. Untuk  mencapai visi tersebut, Telkomsel terus memacu pertumbuhan jaringan telekomunikasi di seluruh penjuru Indonesia secara pesat sekaligus memberdayakan masyarakat. Telkomsel menjadi pelopor untuk berbagai teknologi telekomunikasi selular di Indonesia, termasuk yang pertama meluncurkan layanan roaming internasional dan layanan 3G di Indonesia. 
       Hingga Juni 2010, Telkomsel dipercaya melayani 88,3 juta pelanggan, menjadikan Telkomsel sebagai pemimpin pasar di industri telekomunikasi selular dengan pangsa pasar sekitar 50 persen.

Sebagai operator selular yang memiliki visi “Best and Leading Mobile Lifestyle and Solutions Provider in the Region”, Telkomsel menyediakan ragam pilihan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan melalui produk paskabayar kartuHALO maupun prabayar sim PT. XL Axiata Tbk. (XL) didirikan pada tahun 1989 dan dimiliki oleh Axiata Group Berhad melalui perusahaan Indocel Holding Sdn Bhd (66,7%). Perusahaan ini adalah salah satu pemain selular terbesar di area Asia Pasifik, Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd (13,3%). Perusahaan ini adalah penyedia selular terbesar di Timur Tengah dan Afrika, dan sebanyak 20% saham dimiliki oleh publik secara terbuka.XL memulai kegiatan komersialnya di tahun 1996, XL saat ini adalah salah satu penyedia jasa layanan telekomunikasi selular terbesar dan tertinggi untuk pertumbuhan di industri telekomunikasi dengan melayani 31,4 juta pelanggan dari berbagai negara sampai akhir tahun 2009.PATI dan Kartu As.
Kekuatan XL antara lain terdapat pada: XL secara terus menerus mencari tempat dimana dapat melakukan praktek yang terbaik dalam menjalankan bisnis. Perusahaan juga menyadari dinamika di seputar tata kelola perusahaan di Indonesia yang telah mengalami kemajuan selama ini.







14







Setelah menganalisis data-data dan informasi sebelumnya, maka bisa ditarik beberapa kesimpulan mengenai manajemenstrategi XL, yaitu:
1.    XL telah berupaya sepenuhnya untuk dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan melalui layanan yang berkualitas tinggi.
2.    Fokus masa, dari yang pada awalnya XL tidak terlalu menargetkan segmen pasarnya, akan tetapi sekarang mengarah ke pasar yang ingin bicara tidak sebentar (anak muda yang mau curhat dan pebisnis yang mau bicara dengan durasi yang lama).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelebihan produk Telkomsel adalah memiliki video blog yang bisa digunakan untuk merekam video klip dan dapat dilihat oleh pengguna lain, jangkauannya lebih luas dibanding dengan operator lain, registernya mudah hanya melalui SMS, memiliki pelayanan-pelayanan seperti movie, entertainment, infotainment, religion, music, dan life style.

1.5         Kesimpulan

Persaingan antara XL dan Telkomsel termasuk kedalam persaingan merk, dimana di dalamnya terjadi persaingan dalam penetapan harga, feature yang ditawarkan dan yang paling kentara adalah pada persaingan iklan. Berkali-kali dapat dilihat pada iklan-iklan kartu XL dan kartu as/simpati (Telkomsel) saling menjatuhkan dengan cara saling memurahkan tarif sendiri.
          XL mengeluarkan beberapa gembrakan yaitu berupa pemberian features layanan dan promosi harga. Begitu pula, Telkomsel yang memberikan strategi persainga nuntuk menangani macam-macam persaingan.Misalnya saja pada pemberian strategiRp1/detikdari XL, Telkomsel kemudian meluncurkan Rp0,5/detik. Menjawab promo dari Telkomsel tersebut, XL saat ini membidik komunikasi antar operator melalui Rp0,1/detik ke semua operator, kemudian mencoba mengikuti pemain baru 3 dengan Rp1/menit. Persaingan ini tentu juga dengan operator CDMA. Selain itu juga pemberian features layanan internet, XL memberikan features seperti HotRod 3G sedangkan Telkomsel meluncurkanTelkom flash.








15






Daftar Pustaka










                                                               16


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Laporan PKL Yogjakarta 2020

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL/MAGANG/STUDY VISIT) UNIVERSITAS BINA INSAN LUBUKLINGGAU (STUDI BANDING : LUBUKLINGGAU – YOGYAKART...