TUGAS
MAKALAH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
(PELIHARAAN)
` Disusun Oleh :
Kelompok : XI (Sebelas)
Anggota : 1. Rendi
Setiawanto (217.010269)
2. Lia Asmarita (217010235)
3. Ayu Wulandari ( )
Kelas : IV.
A3.Pagi
Jurusan : Manajemen
Dosen Pengasuh : Suyadi, SE,. MM
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUSI
RAWAS
(STIE MURA) LUBUKLINGGAU
TAHUN 2019
KATA
PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah Yang Maha Kuasa, yang karena izin dan karunia-Nya penulis dapat
menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta salam semoga selalu tercurah pada
junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw, beserta keluarga, para sahabat hingga
akhir zaman.
Makalah
ini ditulis dari hasil penyusunan data-data yang penulis peroleh dari media
internet yang berkaitan dengan studi manajemen sumber daya manusia khususnya
materi mengenai peliharaan pada suatu perusahaan. Tak lupa penulis mengucapkan
terima kasih kepada pengajar matakuliah studi manajemen sumber daya manusia
atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan
mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.
Selaku
penulis kami sangat mengetahui bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan
untuk kedepannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak,
terutama untuk kami pihak penyusun.
Lubuklinggau,
Maret 2019
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Dengan berkembangnya era
perdagangan bebas sekarang ini, maka
roda kehidupan perekonomian banyak
diwarnai dengan persaingan. Dengan
keadaan tersebut, merupakan
kesempatan bagi para manajer untuk dapat
memasarkan hasil produksinya. Untuk
itu banyak perusahaan saling berlomba
untuk menjaga loyalitas para
konsumen terhadap produknya. Di lain pihak,
konsumen sebagai pembeli
produk-produk tersebut mempunyai pendapatan
yang terbatas, sehingga para
konsumen akan bertindak selektif dalam
membelanjakan pendapatannya.
Menurut Hani Handoko (1995 : 428), dalam suatu
masyarakat modern
sekarang ini setiap konsumen akan
selalu sadar akan nilai uang yang
dibelanjakannya, sehingga mereka akan
berusaha membelanjakan pendapatan
mereka yang terbatas untuk memenuhi
kebutuhannya yang tidak terbatas.
Mereka akan bertindak selektif,
sehingga seorang konsumen akan
mempertimbangkan kualitas dalam
melakukan pembelanjaan pendapatannya.
Sehubungan dengan hal tersebut,
maka perusahaan harus mampu untuk dapat
menjaga kualitas produknya.
Kemungkinan ini bisa saja terjadi karena
semakin kompleknya barang yang
sejenis, sehingga para manajer
perusahaan dituntut untuk saling
berlomba untuk dapat menjaga kualitas dari
produknya.
Masalah kualitas merupakan salah satu bagian
penting dan perlu
mendapatkan perhatian yang serius
bagi para manajer dalam menjalankan
operasinya. Menurut Indriyo (1993 :
185), dalam era global competition akan
terjadi kecenderungan proses
pengembangan produk yang lebih baik dan
lebih berkualitas dibandingkan
dengan produk sebelumnya, sebagai akibat
perubahan yang begitu cepat dalam
bidang teknologi. Operasi pabrik dalam
era globalisasi dituntut untuk
menjadi unggul dalam daya saing maupun
unggul dalam kualitas produk.
Strategi mutu yang efektif dapat menekan atau
menghilangkan beban
kerugian-kerugian yang dialami
perusahaan sebagai akibat timbulnya reaksi
ketidakpuasan konsumen. Reaksi
ketidakpuasan ada yang berupa reaksi
terbuka seperti publikasi dalam
media massa terhadap keadaan dari
ketimpangan-ketimpangan ini atau
reaksi yang sifatnya tertutup yaitu
konsumen secara diam-diam tidak
lagi membeli barang atau jasa dari
perusahaan tersebut. Untuk
menghindari hal ini maka produsen harus pandai
dalam mempertahankan kualitas dari
produk perusahaannya. Karena saat ini
konsumen yang menentukan berhasil
tidaknya suatu produk sehingga
produsen harus terus menerus untuk
selalu mempertahankan dan
meningkatkan kualitas produk yang
dihasilkan. Teknik pengendalian kualitas
mampu untuk memberikan bukti dan
jaminan kepada para konsumen bahwa
produk atau komponen yang
dihasilkan memiliki kualitas yang terkendali.
Penggunaan teknik ini tidak hanya
dapat digunakan untuk menilai
tingkat keandalan kualitas, tetapi
dapat juga digunakan untuk mencegah
Timbulnya masalah-masalah kualitas
secara dini yang diakibatkan oleh
kesalahan-kesalahan
dalam proses operasi. Salah satu strategi untuk dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang, perusahaan
harus dapat menetapkan suatu cara pemikiran operasi yang berdasarkan atas
pemeliharaan lingkungan kerja yang berorientasi pada pengembangan kualitas dan
produktivitas dari produk atau jasa tersebut. Dalam melaksanakan kegiatan
pengendalian kualitas biasanya setiap
perusahaan sudah mempunyai suatu
sistem pengendalian dalam pemeliharaan
dan pengembangan kualitas produknya
sendiri.
Menurut Indriyo (1993 : 182),
pengendalian kualitas mempunyai
peranan yang penting dalam
memproduksi barang atau jasa, karena konsumen
pasti menginginkan barang dengan
kualitas yang baik. Tetapi produsen tidak
selalu dapat menghasilkan produk
dengan kualitas yang diinginkan oleh
konsumen karena adanya kombinasi
dari faktor-faktor produksi dalam
pembuatan produk tersebut. Produk
yang tidak dapat memenuhi kriteria
kualitas yang diinginkan (defect
product) dapat diklarifikasi menjadi dua
kelompok yaitu produk gagal yang
dapat diperbaiki dan produk gagal yang
tidak dapat diperbaiki.
Untuk kelompok pertama produk gagal
yang dapat diperbaiki sehingga biaya produksi
akan naik, sedangkan kelompok kedua kerugian akan lebih besar lagi.
Dengan
mempertimbangkan akibat yang ditimbulkan dari barang cacat,
yaitu menurunkan laba perusahaan
dan menurunkan kepercayaan konsumen,
maka produsen perlu mengadakan
pengendalian kualitas produk, terutama
Untuk meminimalisasi jumlah produk
gagal. Dengan pengendalian kualitas
yang baik akan dapat dicapai hasil
produksi sesuai dengan standar mutu yang
diinginkan dan dapat memenuhi
keinginan konsumen. Dengan adanya
pengendalian kualitas akan dapat
meningkatkan laba yang diperoleh sebagai
akibat menurunnya tingkat kegagalan
dalam proses produksi sehingga biaya
produksi dapat ditekan.
Dalam
usaha untuk meminimalkan tingkat kerusakan produk, dan
meningkatkan daya kompetisi produk,
maka perusahaan perlu melakukan
peran pengendalian kualitas guna
peningkatan laba dan kepercayaan
konsumen, berdasarkan latar
belakang tersebut maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul:
“PEMELIHARAAN PADA PERUSAHAAN
INDUSTRI”
B. Perumusan Masalah
Dari uraian di atas dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah kerusakan produk yang
dihasilkan masih memenuhi batas-batas
yang dapat diterima oleh standar
kualitas yang telah ditetapkan
perusahaan?
2. Apakah pengawasan kualitas
produk akhir telah dilaksanakan dengan
benar sesuai dengan prosedur?
C. Tujuan
1.
Memahami
pengertian pemeliharaan?
2.
Mengetahui
kegiatan pemeliharaan?
3.
Mengetahui
faktor produksi?
4.
Mengetahui
pentingnya pemeliharaan?
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
dan peran pemeliharaan
Pemeliharaan adalah kegiatan untuk
memelihara atau menjaga fasilitas/ peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan
atau penyesuaian/penggantian yang diperlukan supaya terdapat suatu keadaan
operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan. Tujuan
pemeliharaan : menjaga agar system yang ada dapat berjalan sebagaimana mestinya
dan juga untuk dapat mengendalikan biaya baik untuk pencegahan maupun perbaikan
jika terjadi kerusakan.
Kegiatan pemeliharaan dibedakan
atas dua macam, yaitu:
Pemeliharaan pencegahan (Preventive maintenance)Preventive
maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yangdilakukan untuk
mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga danmenemukan kondisi
atau keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksimengalami kerusakan pada
waktu digunakan dalam proses produksi.Sebuah tingkat kegagalan awal yang
tinggi, dikenal sebagai tingkat kematiandini (infant mortality), yang mungkin
terjadi pada banyak produk. Yang dimaksudtingkat kematian dini sendiri yaitu
tingkat kegagalan di awal kehidupan sebuahproduk atau proses. Hasil yang cacat
/ gagal akan menyebabkan tambahan biayakarena harus diproses kembali dan yang
lebih besar resikonya adalah kurangnyakepercayaan konsumen kepada perusahaan
akibat produk gagal. Tambahan yangtimbul menyebabkan biaya produksi membengkak(
tidak minimal). Jika biayaproduksi membengkak, maka harga barang menjadi
tinggi.
PEMELIHARAAN FASILITAS DAN
PENANGANAN BAHAN
1.
Pemeliharaan
1.1 Pengertian dan peran pemeliharaan
Pemeliharaan adalah kegiatan untuk
memelihara atau menjaga fasilitas/peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan
atau penyesuaian/penggantian yangdiperlukan supaya terdapat suatu keadaan
operasi produksi yang memuaskansesuai dengan apa yang direncanakan.Tujuan
pemeliharaan : menjaga agar system yang ada dapat berjalan sebagaimanamestinya
dan juga untuk dapat mengendalikan biaya baik untuk pencegahanmaupun perbaikan
jika terjadi kerusakan.
1.2 Jenis-jenis pemeliharaan
Kegiatan
pemeliharaan dibedakan atas dua macam, yaitu:
Pemeliharaan pencegahan (Preventive maintenance)Preventive
maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yangdilakukan untuk
mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak terduga danmenemukan kondisi
atau keadaan yang dapat menyebabkan fasilitas produksimengalami kerusakan pada
waktu digunakan dalam proses produksi.Sebuah tingkat kegagalan awal yang
tinggi, dikenal sebagai tingkat kematiandini (infant mortality), yang mungkin
terjadi pada banyak produk. Yang dimaksudtingkat kematian dini sendiri yaitu
tingkat kegagalan di awal kehidupan sebuahproduk atau proses. Hasil yang cacat
/ gagal akan menyebabkan tambahan biayakarena harus diproses kembali dan yang
lebih besar resikonya adalah kurangnyakepercayaan konsumen kepada perusahaan
akibat produk gagal. Tambahan yangtimbul menyebabkan biaya produksi membengkak(
tidak minimal). Jika biayaproduksi membengkak, maka harga barang menjadi
tinggi.
Pemeliharaan
yang periodik dan terencana sangat diperlukan pada fasilitas-fasilitas
produksi, jika tidak akan mengakibatkan kerusakan “Unit Kritis” dikarenakan :
1.
Kerusakan fasilitas atau peralatan tersebut akan membahayakankesehatan
dan
keselamatan para pekerja.
2. Kerusakan fasilitas ini akan mempengaruhi kualitas dari produk yangdihasilkan.
3. Kerusakan fasilitas tersebut akan menyebabkan kemacetan seluruhproses
produksi.
4. Modal yang ditanamkan dalam fasilitas tersebut atau harga dari fasilitasini
adalah
cukup besar atau mahal.Preventive maintenance ini dapat mengatasi kerusakan
yang tiba-tiba terjadi.
Hal
inidikarenakan preventive maintenance ini dapat mendeteksi dan menangkap
sinyalkapan suatu sistem akan mengalami kerusakan serta menentukan kapan
suatusystem memerlukan service ( perbaikan).
·
KARYAWAN
Karyawan merupakan faktor produksi yang terpenting dalam perusahaan, sangat
berpengaruh terhadap pencapaian suatu perusahaan. Apalagi jika adanya penurunan
kualitas serta semangat kerja karyawan secara langsung akan menurunkan performa
dan kualitas perusahaan. Agar semua tenaga kerja semangat bekerja,
berdisiplin tinggi, dan bersikap loyal dalam menunjang tujuan perusahaan maka
fungsi pemeliharaan mutlak mendapat perhatian manajer. Karyawan akan
bersemangat kerja jika memiliki kesejahteraan yang baik.
A.
Menjelaskan pentingnya pemeliharaan
Terdapat 2 (dua)
pemeliharaan, yakni:
Pemeliharaan (maintenance) karyawan
harus mendapat perhatian yang sungguh‑sungguh darl manajer. Jlka pemeliharaan
karyawan kurang diperhatikan, semangat kerja, sikap, dan loyalitas karyawan
akan menurun. Absensi dan turn over meningkat, disiplin akan
menurun, sehingga pengadaan, pengembangan, kompensasi, dan pengintegrasian yang
telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang berarti untuk menunjang
tercapainya tujuan perusahaan.
Pemeliharaan (maintenance) adalah
usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap
karyawan, agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang
tercapainya tujuan perusahaan.
B.
Menjelaskan metode – metode pemeliharaan
Pemilihan metode yang tepat sangat
penting,supaya pelaksanaan efektif dalam mendukung tercapainya tujuan
organisasi perusahaan,manager yang cakap akan menerapkan metode yang sesuai dan
efektif dalam pelaksanaan tugas-tugas nya. Pemeliharaan keamanan,kesehatan, dan
sikap loyal karyawan hendaknya dengan metode yang efektif dan efisien supaya
tercapai manfaat yang optimal.
Adapun
metode-metode pemeliharaan sbb:
1. komunikasi
Komunikasi harus digunakan dalam
setiap penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan. Symbol-simbol
komunikasi adalah suara, tulisan, gambar, warna, mimic, kedipan mata, dll.
Dengan symbol-simbol inilah komunikator menyampaikan komunikasi kepada
komunikan.
Komunikasi disebut efektif jika
informasi disampaikan dalam waktu singkat, jelas/dipahami, ditafsirkan, dan
dilaksanakan sama dengan maksud komunikator.
2. Insentif
Insentif adalah daya perangsang
yang diberikan kepada karyawan tertentu berdasarkan prestasi kerjanya agar
karyawan terdorong meningkatkan produktifitas kerjanya. Metode insentif yang
adil dan layak merupakan daya penggerak yang merangsang terciptanya
pemeliharaan karyawan.
3. Insentif
positif
Merupakan daya perangsang dengan
memberikan hadiah material atau nonmaterial kepada karyawan yang prestasi
kerjanya di atas prestasi standar.
Insentif
negative
Merupakan daya perangsang dengan
memberikan ancaman hukuman karyawan yang prestasi kerjanya dibawah standar.
Nonmaterial
insentif
Merupakan daya perangsang yang
diberikan kepada karyawan berbentu penghargaan berdasarkan prestasi kerja,
seperti piagam, piala, atau medali.
Social insentif
Merupakan daya perangsang yang
diberikan kepada karyawan berdasarkan prestasi kerjanya berupa fasilitas dan
kesempatan.
4. Material insentif
Daya perangsang yang diberikan kepada
karyawan berdasarkan prestasi kerjanya, berbentuk uang dan barang. Kesejahteraan
karyawan kesadaran dan keselamatan kerja Hubungan industrial Pancasila.
C.
Menjelaskan pengertian dan program
kesejahteraan
ü Kesejahteraan
atau sejahtera dapat memiliki empat arti. Dalam istilah umum, sejahtera
menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam
keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai. Dalam ekonomi, sejahtera
dihubungkan dengan keuntungan benda.
ü Pengertian
program kesejahteraan karyawan adalah kompensasi tidak langsung yang diberikan
kepada karyawan, baik dapat dinilai dengan uang maupun yang tidak dapat dinilai
dengan uang. Disebut kompensasi tidak langsung karena tidak berhubungan
langsung dengan prestasi kerja, melainkan biasanya diselenggarakan sebagai
upaya penciptaan kondisi dan lingkungan kerja yang menyenangkan. Program
kesejahteraan karyawan (employee benefit) biasa juga disebut juga dengan
kompensasi pelengkap, gaji tersembunyi (fringe benefit), pelayanan karyawan,
atau jaminan sosial.
D.
Menjelaskan keselamatan dan kesehatan
kerja
Pengertian program kesejahteraan karyawan
adalah kompensasi tidak langsung yang diberikan kepada karyawan, baik dapat
dinilai dengan uang maupun yang tidak dapat dinilai dengan uang. Disebut
kompensasi tidak langsung karena tidak berhubungan langsung dengan prestasi
kerja, melainkan biasanya diselenggarakan sebagai upaya penciptaan kondisi dan
lingkungan kerja yang menyenangkan. Program kesejahteraan karyawan (employee
benefit) biasa juga disebut juga dengan kompensasi pelengkap, gaji tersembunyi
(fringe benefit), pelayanan karyawan, atau jaminan sosial.
E.
Menjelaskan hubungan industrial pancasila
(HIP)
Hubungan Industrial Pancasila adalah hubungan
antara para pelaku dalam proses produksi barang dan jasa (pekerja, pengusaha
dan pemerintah) didasarkan atas nilai yang merupakan manisfestasi dari
keseluruhan sila-sila dari pancasila dan Undang-undang 1945 yang tumbuh dan
berkembang diatas kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia.
F. Pentingnya pemeliharaan
Pemeliharaan
(maintenance) karyawan harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari
manajer. Jika pemeliharaan karyawan kurang diperhatikan, semangat kerja, sikap,
loyalitas karyawan akan menurun. Absensinya dan turn-over meningkat, disiplin
akan menurun, sehingga pengadaan, pengembangan, kompensasi, dan pengintegrasian
karyawan yang telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang berarti
untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
Supaya karyawan semangat bekerja,
berdisiplin tinggi, dan bersikap loyal dalam menunjang tujuan perusahaan maka
fungsi pemeliharaan mutlak mendapat perhatian manajer.
Tidak mungkin karyawan bersemangat
bekerja dan konsentrasi penuh terhadap pekerjaanya jika kesejahteraan mereka
tidak diperhatikan dengan baik.
Hasibuan. Pemeliharaan adalah usaha
mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan
agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunujang tercapainya
tujuan perusahaan. Sedangkan menurut
Edwin
B. Flippo. The maintenance
function of personnel is concerned primarily eith preserving the physical,
mental, and emotional condition of employees. Fungsi pemeliharaan menyangkut
perlindungan kondisi fisik, mental, dan emosi karyawan.
Karyawan
adalah salah satu aset terpenting bagi perusahaan. Dengan kepuasan dari
karyawan terhadap perusahaan, tidak menutup kemungkinan bagi karyawan untuk
memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Tak hanya itu, karyawan juga memiliki
peran penting dalam perkembangan bisnis perusahaan.
Tujuan pemeliharaan :
1.
Untuk
meningkatkan produktivitas kerja karyawan
2.
Meningkatkan
disiplin dan menurunkan absensi karyawan
3.
Meningkatkan
loyalitas dan menurunkan turnover karyawan (mengacu pada jumlah persentase karyawan yang meninggalkan
perusahaan dan digantikan dengan karyawan baru).
4.
Memberikan
ketenangan, keamanan dan kesehatan karyawan
5.
Meningkatkan
kesejahteraan karyawan dan keluarganya
6.
Memperbaiki
kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan
7.
Mengurangi
konflik serta menciptakan suasana yang harmonis
8.
Mengefektifkan
pengadaan karyawan
Asas – asas
pemeliharaan
1.
Asas
manfaat dan efisiensi
2.
Asas
kebutuhan dan kepuasan
3.
Asas
keadilan dan kelayakan
4.
Asas
kemampuan perusahaan
5.
Asas
kemampuan perusahaan
B. Metode – metode pemeliharaan
Pemeliharaan (maintenance) karyawan harus
mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari menejer.jika pemeliharaan karyawan
kurang diperhatikan semangat kerja,sikap,dan loyalitas karyawan akan menurun.
Absensi dan turn over meningkat. Sehingga pengadaan,pengembangan,kompensasi,dan
pengintegrasian yang telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang
berarti untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
1.
Komunikasi
2.
Insentif
3.
Kesejahteraan
karyawan
4.
Kesadaran
dan keselamatan kerja
5.
Hubungan
industrial pancasila
C. Pengertian dan program kesejahteraan
Pengertian program kesejahteraan karyawan
adalah kompensasi tidak langsung yang diberikan kepada karyawan, baik dapat
dinilai dengan uang maupun yang tidak dapat dinilai dengan uang. Disebut
kompensasi tidak langsung karena tidak berhubungan langsung dengan prestasi
kerja, melainkan biasanya diselenggarakan sebagai upaya penciptaan kondisi dan
lingkungan kerja yang menyenangkan. Program kesejahteraan karyawan (employee
benefit) biasa juga disebut juga dengan kompensasi pelengkap, gaji tersembunyi
(fringe benefit), pelayanan karyawan, atau jaminan sosial.
Hasibuan (2007)
menyatakan, kesejahteraan karyawan adalah balas jasa pelengkap (materil dan non
materil) yang diberikan kepada karyawan berdasarkan kebijaksanaan organisasi
atau perusahaan yang tujuannya untuk memelihara kondisi fisik dan mental
karyawan agar produktivitasnya meningkat. Mathis dan Jackson (2006),
mendefinisikan program kesejahteraan sebagai bentuk kompensasi tidak langsung
yang diberikan kepada seorang karyawan atau sekelompok karyawan sebagai bagian
dari keanggotaan organisasi.
Menurut
Andrew F. Sikula : “kompensasi tidak langsung adalah balas jasa yang diterima
oleh pekerja dalam bentuk selain upah atau gaji langsung”. Benefit meliputi
program – program perusahaan, seperti jaminan
hari tua, waktu libur, tabungan. Sedangkan service adalah berupa
fisiknya/bendanya seperti mobil dinas, fasilitas olahraga, memperingati hari
besar, dan sebagainya.
Menurut Dale Yoder :
(“kesejahteraan dapat dipandang sebagai uang bantuan lebih lanjut kepada
karyawan. Terutama pembayaran kepada mereka yang sakit, uang bantuan untuk
tabungan karyawan, pembagian berupa saham, asuransi, perawatan dirumah sakit,
dan pensiun’’). Pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan
melalui aktivitas orang lain secara langsung. Sedangkan, pengertian pelayanan dalam
Kamus Umum Bahasa Indonesia, pelayanan adalah menolong
menyediakan segala apa yang diperlukan orang lain seperti tamu atau pembeli.
Persamaan kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung:
·
Kompensasi langsung merupakan
penghargaan yang diterima karyawan dalam bentuk uang.
·
Kompensasi langsung dapat
berupa upah, gaji, insentif, dan tunjangan-tunjangan lain. Dessler (1997:85)
menjelaskan bahwa: “Kompensasi langsung adalah pembayarPengertian
kompensasi tidak langsung adalah bentuk kompensasi diluar gaji secara fisik.
Gaji merupakan bentuk kompensasi langsung. Kompensasi lebih dari sekedar upah
dan gaji.an keuangan langsung dalam bentuk upah,
gaji, insentif, komisi dan bonus”.
Pengertian kompensasi tidak langsung adalah bentuk kompensasi
diluar gaji secara fisik. Gaji merupakan bentuk kompensasi langsung. Kompensasi
lebih dari sekedar upah dan gaji.
Timbul pertanyaan apa saja persamaan dan
perbedaan antara kompensasi langsung (gaji/upah) dengan kesejahteraan karyawan (kompensasi
tidak langsung) itu.
Persamaannya :
1. Gaji/upah dan
kesejahteraan karyawan
adalah sama-sama merupakan pendapat bagi karyawan.
2.
Pemberian gaji/upah dan kesejahteraan
bertujuan sama yakni untuk memenuhi kebutuhan
–kebutuhan dan keterkaitan karyawan.
3. Gaji/upah dan
kesejahteraan adalah biaya bagi perusahaan.
4.
Pemberian gaji/upah dan kesejahteraan dibenarkan oleh
peraturan legal, jadi bisa dimasukan dalam neraca financial perusahaan tersebut.
Perbedaannya :
1.
Gaji/upah adalah hak karyawan untuk menerimanya dan
menjadi kewajiban perusahaan untuk membayarnya.
2.
Gaji/upah wajib dibayar perusahaan sedangkan
kesejahteraan diberikan hanya atas kebijaksanaan saja , jadi bukan kewajiban
perusahaan atau sewaktu-waktu dapat ditiadakan.
3.
Gaji/upah harus dibayar dengan financial(uang/barang),
sedangkan kesejahteraan diberikan dengan financial dan nonfinansial
(fasilitas).
4.
Gaji/upah waktu dan besarnya tertentu, sedangkan
kesejahteraan waktu dan besarnya tidak tentu.
D. Tujuan pemberian kesejahteraan
Kesejahteraan
yang diberikan hendaknya bermanfaat dan mendorong untuk tercapainya tujuan
perusahaan, karyawan, dan masyarakat serta tidak melanggar peraturan legal
pemerintah.
Adapun
tujuan dari pemberian kesejahteraan adalah sebagai berikut :
Untuk meningkatkan kesetiaan dan ketertarikan pegawai
dengan perusahaan.
1. Memberikan ketenangan
dan pemenuhan kebutuhan bagi pegawai beserta keluarganya.
2. Memotivasi gairah
kerja, disiplin dan produktifitas pegawai.
3. Menurunkan tingkat
absensi. Dan labour turn over.
Jenis
– jenis kesejahteraan karyawan
1.
Tunjangan
Sebagai atasan, tentu Anda sudah
memahami bahwa upah atau gaji karyawan tidak boleh lebih rendah dari upah
minimum berdasarkan wilayah provinsi atau kabupaten/kota. Hal ini tertulis
dalam pasal 90 UUK Nomor 13 Tahun 2003.
Gaji Pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada
karyawan menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang mana besarnya ditetapkan
berdasarkan kesepakatan. Tunjangan Tetap adalah pembayaran yang teratur
berkaitan dengan pekerjaan, yang diberikan secara tetap untuk karyawan dan
keluarganya.
Contoh tunjangan tetap adalah tunjangan isteri; tunjangan
anak; tunjangan perumahan; tunTunjangan Tidak
Tetap adalah suatu pembayaran yang tidak teratur berkaitan dengan pekerjaan dan
besarnya tidak tetap. Contoh, tunjangan transportasi yang didasarkan pada
kehadiran jangan kematian; tunjangan daerah dan lain-lain.
2. Beban
Kerja dan Kompensasi yang Jelas
Untuk karyawan yang
telah lulus masa orientasi, sebaiknya diberi beban kerja yang
sesuai. Banyak karyawan bertalenta yang angkat kaki setelah mendapat beban
kerja yang overload.
Atau malah karyawan
baru yang suka bekerja lebih banyak menganggur karena tidak ada kejelasan beban
kerja dan tenggat waktu. Pun, untuk karyawan lama Anda seharusnya mengevaluasi
kesesuaian beban kerja karyawan dan kejelasan kompensasi yang mereka peroleh. Seringkali
karyawan mengeluh karena bekerja terlalu banyak bahkan sampai lembur namun uang
lembur tidak tercantum pada slip gaji akhir bulan. Jangan sampai perusahaan
Anda memiliki image tidak mengurus karyawan dengan baik.“Kalau
telat datang langsung potong gaji, kalau terlambat pulang ya tidak peduli.” Celetukan
karyawan seperti ini yang nantinya mengakibatkan turnover yang
tinggi. Jadi, berikan beban kerja dan kompensasi yang jelas sehingga karyawan
diberi hak secara adil.
3. Asuransi Kesehatan
Asuransi kesehatan
melindungi aset perusahaan yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan
Anda, yaitu karyawan. Bayangkan saja jika karyawan Anda sering sakit, tentu
perkembangan perusahaan menjadi terganggu. Apalagi bagi perusahaan yang
benar-benar menggantungkan hidupnya dari tenaga kerja saja. Pemberian asuransi
kesehatan bagi karyawan sangat berpengaruh pada pengeluaran perusahaan.
Bukannya memilih asuransi
kesehatan sesuai kebutuhan, ada perusahaan yang malah mencabut hak asuransi
karyawannya karena dipandang tidak perlu. Padahal sebenarnya ini hanya
merupakan solusi keuangan jangka pendek. Untuk jangka panjang, kebijakan ini
bisa memicu kerugian yang lebih signifikan.
4.
Perencanaan Karier
Memiliki karyawan
potensial yang betah bekerja sampai puluhan tahun bukan hal yang tidak mungkin.
Salah satu program kesejahteraan karyawan yang dapat Anda lakukan adalah
perencanaan karier karyawan. Perencanaan karier karyawan juga menunjukkan bahwa
Anda menghargai mereka dan peduli terhadap pengembangan diri karyawan.
Menurut Payscale.com, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan loyalitas karyawan di
perusahaan adalah memberi perencanaan karier yang jelas.
Karyawan Anda harus
tahu bahwa perusahaan Anda bukan hanya tempat untuk bekerja, tetapi juga
bertumbuh. Terlebih lagi adanya upaya-upaya dari perusahaan untuk memfasilitasi
perkembangan karier karyawan. Jadi, rencanakan karier karyawan Anda dengan
matang. Dalam perencanaan karyawan, Anda harus berdiskusi dengan karyawan
bersangkutan. Banyak perusahaan startup yang mencoba
merencanakan karier karyawan dengan tergesa-gesa dan pada akhirnya hanya
tinggal rencana hitam di atas putih yang tidak terlaksana.
5. Pemberian
Kredit
Pemberian kredit kepada karyawan dapat
menjadi salah satu program untuk menyejahterakan mereka. Sebelum menjalankan
program ini, perusahaan sebaiknya memiliki aturan yang jelas tentang pinjaman
kepada karyawan agar tidak terjadi masalah. Kalaupun terjadi kesalahpahaman,
sudah ada hitam di atas putih yang membantu menyelesaikan perkara. Seperti apa
yang ditulis AmericanExpress.com, pemberian pinjaman kepada karyawan memiliki dampak yang kurang baik.
Namun, jika Anda tetap
memutuskan untuk memberi pinjaman kepada karyawan, paling tidak Anda melakukan
3 langkah berikut.
1. Hindari pinjaman “Off the Book”, dalam
artian tidak tercatat dan tidak ada kontrak atau perjanjian hitam di atas putih
tentang pinjaman karyawan
2. Jika Anda berniat memberi pinjaman tanpa
bunga, jangan meminjamkan uang perusahaan. Anda sebaiknya tetap memberi bunga
per bulan, namun jangan sampai ‘mencekik’ karyawan Anda
3. Lakukan sosialisasi kepada seluruh
karyawan untuk menjelaskan tentang pinjaman beserta aturan-aturan yang jelas
Pemberian kredit atau
pinjaman kepada karyawan memang beresiko tinggi. Namun, jika Andamemiliki
aturan yang jelas dan tegas, tentu program kesejahteraan karyawan ini menjadi
salah satu kelebihan perusahaan Anda.
6. Kenyamanan
dan Keselamatan Kerja
Selain
memberikan benefit berupa materi (yang terlihat), untuk
mengurangi turnoverkaryawan, Anda juga perlu memikirkan
fasilitas-fasilitas yang sesuai untuk karyawan sehingga mereka merasa aman dan
nyaman bekerja.
Fasilitas-fasilitas
yang dimaksud seperti:
·
ruangan yang nyaman untuk bekerja
·
toilet yang bersih dan sesuai dengan rasio jumlah karyawan (1:15)
·
satu toilet untuk 15 karyawan
·
tempat beristirahat (saat jam istirahat)
·
tempat untuk makan
·
alat keselamatan kerja (contohnya)
Fasilitas yang bersih
dan terawat dengan baik akan berpengaruh terhadap meningkatnya kinerja
karyawan. Karyawan perempuan yang baru melahirkan juga harus mendapat fasilitas
ruangan untuk menyusui anaknya atau memerah ASI. Aturan ini tertulis jelas
dalam pasal Pasal 83 UUK Nomor 13 Tahun 2003 sebagai berikut:
“Pekerja/buruh perempuan yang anaknya
masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika
hal itu harus dilakukanselama waktu kerja.”
7. Manajemen Stres dan Kesehatan
Emosional Karyawan
Karyawan yang stres
biasanya kinerjanya menurun. Ada banyak faktor yang menyebabkan karyawan
mengalami depresi atau stres. Bisa jadi karena sudah jenuh bekerja atau
kebanyakan beban kerja sehingga karyawan menjadi kehilangan semangat kerja,
cepat marah dan emosi kurang stabil. Karyawan adalah manusia yang memiliki
emosi sehingga manajemen stres dan kesehatan emosional karyawan perlu mendapat
perhatian khusus. Merencanakan sebuah program untuk membantu karyawan mengontrol stres dan emosi mereka di lingkungan
kerja akan meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja.
Program apa yang bisa Anda rencanakan?
Menyediakan tempat
rileks untuk karyawan, mengundang guru meditasi, mengadakan field trip atau
camping, memberi hak cuti
karyawan dan tidak memberikan beban kerja saat weekend atau libur. Di
tempat kerja saya dulu ada sebuah program yoga yang diikuti oleh karyawan.
Program ini efektif membuat karyawan lebih fresh usai bekerja
selama 8 jam.
8. Perencanaan
Hari Tua
Perusahaan yang
memiliki visi ke depan dan percaya bahwa perusahaannya akan terus berkembang di
masa mendatang, akan membuat program jangka panjang untuk karyawannya
seperti perencanaan hari
tua. Perencanaan hari tua tentu diberikan kepada karyawan yang memiliki
loyalitas tinggi atau masa kerja yang lama. Perencanaan hari tua ini bukan
hanya terkait uang pensiun, tetapi juga apa yang akan dilakukan karyawan di masa tuanya yang akan
menjadi jaminan hari tua karyawan. Penjaminan hari tua karyawan akan menjadi
program unggulan jika Anda benar-benar peduli kepada karyawan, bukan semata
untuk mendapatkan keuntungan bagi perusahaan.
E.
Keselamatan dan kesehatan kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja
difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan
kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia
pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera.
Sedangkan
pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam
usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan,
lingkungan hidup, dan ma-syarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja.
Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib
dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan
risiko kecelakaan kerja (zero accident). Penerapan konsep ini tidak boleh
dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap
sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah
pada masa yang akan datang bagi perusahaan tersebut.
K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan
penyakit akibat kerja, misalnya kebisingan, pencahayaan (sinar), getaran,
kelembaban udara, dan lain-lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat
pendengaran, gangguan pernapasan, kerusakan paru-paru, kebutaan, kerusakan
jaringan tubuh akibat sinar ultraviolet, kanker kulit, kemandulan, dan
lain-lain.
F. Hubungan industrial pancasila (HIP)
HIP adalah Hubungan
Industrial Pancasila adalah hubungan antara para pelaku dalam proses produksi
barang dan jasa (pekerja, pengusaha dan pemerintah) didasarkan atas nilai yang
merupakan manisfestasi dari keseluruhan sila-sila dari pancasila dan
Undang-undang 1945 yang tumbuh dan berkembang diatas kepribadian bangsa dan
kebudayaan nasional Indonesia.
Adapun ciri – ciri HIP :
A. Mengakui dan menyakini bahwa bekerja bukan sekedar
mencari nafkah saja, melainkan juga sebagai pengabdian manusia
kepada Tuhannya, sesama manusia, masyarakat, bangsa dan negara.
B. Menganggap pekerja bukan hanya sekedar faktor produksi
belaka melainkan sebagai manusia pribadi dengan segala harkat dan martabatnya.
C. Melihat antara pekerja dan pengusaha bukan mempunyai
kepentingan yang bertentangan, melainkan mempunyai kepentingan yang sama untuk
kemajuan perusahaan.
D. Setiap perbedaan pendapat antara pekerja dan pengusaha
harus disesuaikan dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat yang dilakukan
secara kekeluargaan.
E. Adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban untuk kedua
belah pihak, atas dasar rasa keadilan dan kepatutan.
Adapun sarana Hubungan Industrial Pancasila yaitu : Serikat
Pekerja/Serikat Buruh, Organisasi Pengusaha, Lembaga kerja sama Bipartit,
Lembaga kerja sama Tripartitdilakukan, Peraturan Perusahaan, Perjanjian Kerja
Bersama, Peraturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan dan Lembaga Penyelesaian
Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).
Asas untuk mencapai tujuan :
Hubungan Industrial
Pancasila dalam mencapai tujuannya mendasarkan diri pada asas-asas pembangunan
yaitu:
a). Asas Manfaat
Artinya segala usaha
dan kegiatan pembangunan harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi
kemanusiaan dan kesejahteraan rakyat.
b). Asas Usaha Bersama dan Kekeluargaan
Artinya usaha mencapai
cita-cita dan aspirasi bangsa harus merupakan usaha bersama seluruh rakyat yang
dilakukan secara gotong royong dan kekeluargaan.
c). Asas Demokrasi
Artinya didalam
menyelesaikan masalah-masalah Nasional ditempuh dengan jalan musyawarah untuk
mencapai mufakat.
d). Asas Adil dan Merata
Artinya bahwa hasil
yang dicapai dalam pembangunan harus dapat dinikmati secara adil dan merata
sesuai darma baktinya.
PERTANYAAN ESSAI BESERTA JAWABAN
1.
Jelaskan arti
pentingnya pemeliharaan karyawan?
Pemeliharaan
(maintenance) adalah usaha mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi
fisik, mental, dan sikap karyawan, agar mereka tetap loyal dan bekerja
produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
2. Coba anda susun program
kesejahteraan karyawan?
1.
Tunjangan
2.
Beban Kerja dan Kompensasi yang Jelas
3. Asuransi Kesehatan
4. Perencanaan Karier
5. Pemberian Kredit
6. Kenyamanan dan Keselamatan Kerja
7. Manajemen Stres dan Kesehatan Emosional Karyawan
8. Perencanaan Hari Tua
3. Apa saja dasar penyusunan
program kesejahteraan?
1. Gaji Karyawan
Sekecil apapun
keuntungan yang didapat, kesejahteraan karyawan harus tetap Anda perhatikan.
Jangan pernah beralasan untung sedikit tidak bisa bayar gaji karyawan tinggi.
2. Tunjangan
Tunjangan ini
juga ada aturannya dan termasuk salah satu komponen upah berdasarkan Surat
Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. SE-07/MEN/1990 Tahun 1990
tentang Pengelompokan Komponen Upah Dan Pendapatan Non Upah. Di surat tersebut
komponen upah meliputi gaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap.
3. Beban Kerja
dan Kompensasi
Sudah umum jika minimarket
beroperasi setiap hari tanpa ada hari libur. Tapi karyawan harus Anda berikan
kompensasi yang sesuai dengan beban kerja mereka.
4. Jaminan Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Seperti
yang saya sebutkan sebelumnya bahwa karyawan adalah aset yang paling berharga.
Anda harus menjaga aset tersebut dengan baik.
Asuransi kesehatan bisa melindungi karyawan Anda dari beban biaya berobat jika mereka sakit. Ini secara tidak langsung berpengaruh pada usaha ritel yang Anda jalankan.
Anda juga harus memperhatikan keselamatan kerja karyawan. Buat mereka merasa aman dan nyaman saat bekerja dengan fasilitas yang layak.
Asuransi kesehatan bisa melindungi karyawan Anda dari beban biaya berobat jika mereka sakit. Ini secara tidak langsung berpengaruh pada usaha ritel yang Anda jalankan.
Anda juga harus memperhatikan keselamatan kerja karyawan. Buat mereka merasa aman dan nyaman saat bekerja dengan fasilitas yang layak.
5. Jenjang Karir yang Jelas
Apa yang akan Anda lakukan jika
melihat karyawan yang kinerjanya bagus? Tentu saja mempertahankan, bahkan
jika dirasa mempunyai potensi untuk berkembang, Anda seharusnya memberikan
kesempatan untuk jenjang karir yang lebih tinggi. Dengan
gambaran jenjang karir yang jelas, akan memacu semangat karyawan dalam bekerja.
Meningkatnya jenjang karir tentu berpengaruh pada pendapatan yang diterima oleh
karyawan sehinggal mereka lebih sejahtera.
6. Pinjaman untuk Karyawan
Semua orang tentu punya kebutuhan tak terduga. Anda perlu memperhitungkan
ini. Berikan karyawan Anda kredit tanpa bunga sehingga mereka akan terbantu. Ada orang yang meminjamkan uang dengan bunga, tapi
jika Anda mampu dan mau memberikan pinjaman tanpa bunga kepada karyawan berarti
Anda luar biasa. Untuk aset paling berharga saya rasa tidak masalah asal dengan
kesepakatan yang fair.
7. Perencanaan Hari Tua
Sebagai seorang
pebisnis Anda harus mempunyai visi jauh ke depan. Sikap optimistis yang tinggi
akan keberhasilna dan kemajuan usaha Anda harus Anda yakini. Dengan begitu,
Anda harus mempunyai rencana jangka panjang.
4. Apa saja persamaan dan perbedaan intensif dan benefits?
ü
Persamaannya
insentif dan benefit ialah imbalan atau timbal balik yang diberikan perusahaa
kepada karyawan atas apa yang telah di perbuatnya.
ü Perbedaannya intensif diberikan
karena prestasi kerja, sedangkat benefit ialah tunjangan yang diberikan
perusahaan.
5. Apa yang menjadi tujuan utama
pemeliharaan?
1.
Mempertahankan kemampuan alat atau fasilitas
produksi
guna memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan target serta rencana produksi.
2.
Mengurangi pemakaian dan pemyimpanan diluar batas
dan
menjaga modal yang diinvestasikan dalam perusahaan selama jangka waktu yang
ditentukan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan.
3.
Menjaga agar kualitas produk berada pada tingkat
yang
diharapkan guna memenuhi apa yang dibutuhkan produk itu sendiri dan menjaga
agar kegiatan produksi tidak mengalami gangguan.
4.
Memperhatikan dan menghindari kegiatan-kegiatan
operasi
mesin serta peralatan yang dapat membahayakan keselamatan kerja.
5.
Mencapai tingkat biaya serendah mungkin,
dengan
melaksanakan kegiatan maintenance secara efektif dan efisien
untuk keseluruhnannya.
6. Sebutkan jenis dan
alat – alat pemeliharaan karyawan?
1. Breakdown Maintenance (Perawatan saat
terjadi Kerusakan)
Breakdown
Maintenance adalah perawatan yang dilakukan ketika sudah terjadi kerusakan pada
mesin atau peralatan kerja sehingga Mesin tersebut tidak dapat beroperasi
secara normal atau terhentinya operasional secara total dalam kondisi mendadak.
Breakdown Maintenance ini harus dihindari karena akan terjadi kerugian akibat
berhentinya Mesin produksi yang menyebabkan tidak tercapai Kualitas ataupun
Output Produksi.
2. Preventive Maintenance (Perawatan Pencegahan)
Preventive Maintenance atau kadang disebut juga Preventative
Maintenance adalah jenis Maintenance yang dilakukan untuk mencegah terjadinya
kerusakan pada mesin selama operasi berlangsung. Contoh Preventive maintenance
adalah melakukan penjadwalan untuk pengecekan (inspection) dan pembersihan
(cleaning) atau pergantian suku cadang secara rutin dan berkala.
7. Apakah menurut anda cuti dan cuti hamil diri termasuk
benefits atau tidak? Sebutkan
alasan – alasan anda! Ya termasuk dari benefits
ü Perkara kehamilan dan melahirkan anak sama sekali bukan
perkara sepele, dan isu mengenai hak pekerja perempuan meninggalkan tugas
mereka sementara waktu demi bertaruh nyawa melahirkan anak manusia ke muka
bumi, akan tetap hangat dibicarakan, terutama di negara di mana hak-hak pekerja
belum sepenuhnya dapat dipenuhi.
ü Cuti melahirkan (maternity
leave) masih kerap dianggap enteng, atau
bahkan menjadi keberatan sejumlah perusahaan. Ada saja perusahaan yang begitu
mengetahui pegawai perempuannya hamil, lantas memberi sinyal keberatan untuk
memberikan cuti melahirkan tiga bulan penuh, sehingga si karyawan akhirnya
memilih untuk mengundurkan diri.
ü Cuti adalah keadaan
tidak masuk kerja yang diijinkan dalam jangka waktu tertentu. Cuti diberikan
dalam rangka usaha menjamin kesegaran jasmani dan rohani.
8.Bagaimana pengaruh tingkat kesejahteraan
karyawan terhadap tingkat absensi dan turnover karyawan? Uraikan jawaban anda!
pengaruh positif antara unsur-unsur absensi, turover
karyawan. Kompensasi dari hasil ini mengacu pada penegakan kedisiplinan melalui
kesejahteraan, yang pada waktunya memunculkan loyalitas karyawan dan
produktivitas perusahaan itu sendiri.
9.Apa saja tujuan pemberian kesejahteraan?
Program pemberian kesejahteraan
diyakini menimbulkan dampak positif bagi perusahaan yaitu untuk menarik,
memelihara, dan menciptakan kualitas lingkungan kerja yang diharapkan. Dengan
semakin dirasakan pentingnya oleh perusahaan, maka nilai program pemberian
kesejahteraan ini cenderung meningkat. Pada dasarnya ada tujuan dan manfaat
dari pemberian kesejahteraan yang dapat dirasakan baik oleh karyawan sebagai
penerima maupun oleh perusahaan sebagai pihak yang memberikan tunjangan.
10. Apakah
bonus/gratifikasi termasuk kesejahteraan karyawan atau tidak? Apakah alasan
anda?
Istilah gratifikasi tidak dikenal
dalam lingkup hubungan kerja antara pengusaha dengan pekerjanya. Di samping
itu, pemberian bonus pun tidak dapat disamaartikan dengan “gratifikasi” karena
prinsipnya bonus itu diberikan kepada pekerja karena hasil keuntungan
perusahaan atau karena pekerja menghasilkan hasil kerja lebih besar dari target
produksi yang normal atau karena peningkatan produktivitas, yang mana besarnya
pembagian bonus diatur berdasarkan kesepakatan
Jadi, bonus
bukanlah gratifikasi, karena bonus adalah pembayaran yang diterima pekerja
dari hasil keuntungan perusahaan atau karena pekerja menghasilkan hasil kerja
lebih besar dari target produksi yang normal atau karena peningkatan
produktivitas.
Bonus/Gratifikasi
termasuk kedalam kesejahteraan karyawan karena Bonus adalah pembayaran
yang diterima pekerja dari hasil keuntungan perusahaan atau karena pekerja
menghasilkan hasil kerja lebih besar dari target produksi yang normal atau
karena peningkatan produktivitas.
CONTOH PELIHARAAN PADA SUATU PERUSAHAAN
Manusia merupakan unsur paling
penting dalam proses-proses organisasi ataupun proses kerja. Dalam hal ini
manusialah yang dapat menentukan maju mundurnya sebuah organisasi, dan pada
intinya manusialah yang menjadi sumber daya yang perlu terus dipelihara.
Pemeliharaan ataupun perawatan SDM merupakan salah satu tindakan penting untuk
terus menghasilkan kualitas manusia yang unggul serta memiliki dedikasi tinggi.
Menurut Edwin B. Flippo
“the maintenance function of personnel
is concerned primarily with preserving the physical, mental, and emotional
condition of employees”. Karyawan adalah asset (kekayaan) utama setiap
perusahaan, yang selalu ikut aktif berperan dan paling menentukan tercapai
tidaknya tujuan perusahaan.Oleh karena itu, keamanan dan keselamatannya perlu
mendapat pemeliharaan sebaik-baiknya dari pimpinan perusahaan.
Pengertian
pemeliharaan (maintenance) menurut Hasibuan (2000;176), adalah “usaha
mempertahankan dan atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan,
agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya
tujuan perusahaan”. Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan program
kesejahteraan yang berdasarkan kebutuhan sebagian besar karyawan serta
berpedoman kepada internal dan eksternal konsistensi.
Ø
CONTOH PERUSAHAAN (peliharaan)
Sebagai
contoh dalam peliharaan untuk mempersiapkan peralatan pekerjaan dan menempatkan
kembali peralatan kerja disuatu perusahaan tersebut pada tempat yang telah
disediakan oleh pihak perusahaan.
o
Semisal Perusahaan Industri
PERAWATAN
DAN PEMELIHARAAN MESIN INDUSTRI
Perawatan di suatu industri merupakan
salah satu faktor yang penting dalam mendukung suatu proses produksi yang
mempunyai daya saing di pasaran. Produk yang dibuat industri harus mempunyai
hal-hal berikut:
•
Kualitas baik
•
Harga pantas
• Di produksi dan diserahkan ke konsumen dalam
waktu yang cepat.
Oleh karena itu proses produksi harus
didukung oleh peralatan yang siap bekerja setiap saat dan handal. Untuk
mencapai hal itu maka peralatan-peralatan penunjang proses produksi ini harus
selalu dilakukan perawatan yang teratur dan terencana.
Dibentuknya
bagian perawatan dalam suatu perusahaan industri dengan tujuan :
1.
Agar mesin-mesin industri, bangunan, dan peralatan lainnya selalu dalam keadaan
siap pakai secara optimal.
2.
Untuk menjamin kelangsungan produksi sehingga dapat membayar kembali modal yang
telah ditanamkan dan akhirnya akan mendapatkan keuntungan yang besar.
Tujuan
utama perawatan:
1.
Untuk memperpanjang umur penggunaan asset.
2.
Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi dan
dapat diperoleh laba yang maksimum.
3.
Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan
dalam keadaan darurat setiap waktu.
4.
Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut.
Hal - hal yang perlu
di perhatikan yaitu :
ü Membersihkan ruang
kerja
ü Melindungi ruang
kerja itu agar tetap bersih selama bekerja
ü Meninggalkan tempat
kerja dalam kondisi bersih dan aman
Dan
untuk cara merawatnya sederhana ternyata cukup mudah :
ü
Menempatkan Alat safety pada tempatnya setelah selesai
dipakai,
ü Melakukan pembersihan
dengan berkala,
ü Mengecek Alat Safety
sebelum digunakan untuk ketahui adanya kerusakan atau tidak layak pakai,
ü Meyakinkan Alat
Safety yang dipakai aman untuk keselamatan bila tidak cocok maka perlu ditukar
dengan alat yang baru.
ü Lakukan pengecekan
rutin yang menyangkut cara penyimpanan, kebersihan dan kondisinya
ü Jika saat dilakukan
pengecekan diketemukan perlengkapan kerja yang kualitasnya tidak pas kriteria
maka alat itu ditarik dan tidak dibenarkan untuk dipakai.
ü
Jika kita rajin merawatnya sudah pasti perlengkapan
kerja kita akan tertangani dan terpantau, itu juga untuk keselamatan kita gan.
Ditambah lagi bila kita bekerja dengan mesin-mesin berat yang memerlukan
perlindungan keselamatan yang lebih lengkap.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pemeliharaan ataupun perawatan SDM
merupakan salah satu tindakan penting untuk terus menghasilkan kualitas manusia
yang unggul serta memiliki dedikasi tinggi. Pemeliharaan (maintenance) adalah
kegiatan untuk memelihara, mempertahankan atau meningkatkan kondisi fisik,
mental, sikap karyawan dan loyalitas karyawan, agar mereka bekerja sama sampai
pensiun dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan.
Jika pemeliharaan karyawan kurang diperhatikan, semangat kerja, sikap, dan
loyalitas karyawan akan menurun. Absensi dan turn-over meningkat, disiplin akan
menurun sehingga pengadaan, pengembangan, kompensasi, dan pengintegrasian yang
telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang berarti untuk menunjang
tercapainya tujuan perusahaan supaya karyawan bersemangat bekerja, berdisiplin
tinggi, dan bersikap loyal dalam menunjang tujuan perusahaan maka fungsi
pemeliharaan mutlak mendapat perhatian manajer.
B. Saran
Perlunya untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi
fisik, mental dan sikap karyawan agar mereka tetap loyal dan bekerja produktif. Untuk meningkatkan produktivitas kerja
karyawan. Meningkatkan disiplin dan menurunkan absensi karyawan serta meningkatkan
kesejahteraan karyawan yang baik. Adanya prestasi kerja dan loyalitas karyawan
dalam mencapai tujuan, Mengurangi konflik yang terjadi dan menciptakan suasana
yang harmonis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar