Jumat, 29 Maret 2019

RESUME | AKUNTANSI MANAJEMEN


Nama               : Rendi Setiawanto
Kelas               : 4A3 Pagi       
Nim                 : 217.01.0269
Jurusan            : Manajemen
Fakultas           : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Musi Rawas (STIE-MURA) Lubulinggau
MK                  : Akuntansi Manajemen
Dosen              : YULI NURHAYATI, SE., Ak., M.Si


Tugas Akuntansi Manajemen



Full Costing dan Variabel Costing
Full costing dan variabel costing pada dasarnya merupakan metode yang berkaitan dengan penentuan harga pokok produksi. Dalam metode full costing menentukan harga pokok produksi yang dimana semua biaya produksi diperhitungkan ke dalam harga pokok produksi. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode full costing ini tidak membedakan antara biaya produksi variabel dan biaya produksi tetap karena akan dimasukkan ke dalam harga pokok produksi. Sehingga biaya produksi tetap tersebut masih melekat pada produk yang belum terjual, dengan begitu tidak membebankan untuk kelangsungan bisnis selanjutnya dan pada periode cost. Sedangkan metode variabel costing ini merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memasukkan biaya-biaya yang bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi. Yang mana untuk biaya produksi tetap sendiri dianggap sebagai periode cost sehingga tidak ada biaya tetap yang belum dibebankan pada periode tersebut.
                                                                                     
A.     Variabel Costing

·         Biaya bahan baku
·         Biaya tenaga kerja
·         Biaya overhead pabrik variabel
·         Biaya pokok produksi



Untuk mendapatkan biaya pokok produksi, dengan menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik variabel yang telah dikalikan dengan jumlah unit produk yang diproduksi.

Selanjutnya untuk laporan keuangan dari metode variabel costing ini terdiri dari :
·         Hasil penjualan
·         Biaya produksi variabel
·         Biaya pemasaran variabel
·         Biaya administrasi dan umum variabel
·         Marjin kontribusi
·         Biaya produksi tetap
·         Biaya pemasaran tetap
·         Biaya administrasi dan umum tetap
·         Laba bersih

I. Pengertian Variable Costing
Penentuan harga pokok variabel (variable costing) adalah suatu konsep penentuan harga pokok yang hanya memasukkan biaya produksi variabel sebagai elemen harga pokok produk. Biaya produksi tetap dianggap sebagai biaya periode atau atau biaya waktu (period cost) yanglangsung dibebankan kepada laba-rugi periode terjadinya dan tidak diperlakukan sebagai biaya produksi.

II. Tujuan Penentuan Harga Pokok Variabel (Variable Costing)
 Penentuan harga pokok variabel ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalammemperoleh informasi yang berorientasi pada pengambilan keputusan jangka pendek, yaitu :
Membantu manajemen untuk mengetahui batas kontribusi (contribution margin) yang sangat berguna untuk perencanaan laba melalui analisa hubungan biaya-volume-laba (cost-profit-volume) dan untuk pengambilan keputusan (decision making) yang berhubungan dengan kebijaksanaan manajemen jangka pendek.
Memudahkan manajemen dalam mengendalikan kondisi-kondisi operasional yang sedang berjalan serta menetapkan penilaian dan pertanggungjawaban kepada departemen atau divisitertentu dalam perusahaan.$ika dihubungkan dengan pihak-pihak yang memakai laporan biaya, maka variabel costing bertujuan sebagai berikut.
Untuk pihak internal, variabel costing digunakan untuk tujuan-tujuannya.
a.       Perencanaan laba
b.      Penentuan harga jual produk
c.       Pengambilan keputusan oleh manajemen.
d.      Pengendalian biaya.

Untuk pihak eksternal meskipun tujuan utamanya untuk pihak internal, konsep variabel costing dapat puladigunakan oleh pihak eksternal untuk tujuannya.

a. Penentuan harga pokok persediaan
b. Penentuan laba

 Tujuan eksternal tersebut hanya dapat dicapai apabila laporan yang disusun atas dasar variabel costing disesuaikan dengan teknik-teknik tertentu, menjadi laporan yang disusunatas dasar konsep harga pokok penuh (full costing), sebab konsep variabel costing tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

III. Penentuan Harga Pokok Persediaan
Dengan adanya perbedaan pembebanan elemen biaya produksi (production cost) kepada produk antara metode full costing dengan metode variable costing, mengakibatkan pula perbedaan harga pokok persediaan. Pada metode full costing BOP tetap (fixed FOH) dibebankan ke dalam harga pokok produk. Oleh karena itu jika sebagian produk masih ada dalam persediaan atau belum terjual maka sebagian BOP tetap (fixed FOH) masih melekat pada harga pokok  persediaan.
Metode variable costing tidak membebankan BOP tetap (fixed FOH) ke dalam harga pokok produk, akan tetapi BOP tetap (fixed FOH) langsung dibebankan ke dalam laba-rugi sebagai biaya periode.
Oleh karena itu produk yang masih ada dalam persediaan atau belum terjual hanya dibebani biaya produksi variabel atau BOP tetap (fixed FOH) tidak melekat pada harga pokok persediaan.



B. Full Costing
Adalah metode akuntansi manjemen yang menjelaskan bahwa semua biaya tetap dan biaya variabel, termasuk biaya produksi lainnya, digunakan untuk menghitung biaya total per unit (harga pokok produksi).

Perhitungan harga pokok produksi pada metode full costing terdiri dari:

·         Biaya bahan baku
·         Biaya tenaga kerja
·         Biaya overhead pabrik variabel
·         Biaya overhead pabrik tetap
·         Harga pokok produksi

Untuk mendapatkan harga pokok produksi maka menjumlahkan total dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik variabel, dan biaya overhead pabrik tetap. Dimana sebelumnya untuk mencari biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik variabel harus mengkalikan dengan jumlah unit produk yang diproduksi.


Selanjutnya dari perhitungan harga pokok produksi pada metode tersebut dilakukan pelaporan keuangan yang terdiri dari:

·         Hasil penjualan
·         Harga pokok produksi/penjualan
·         Laba kotor
·         Biaya pemasaran variabel
·         Biaya pemasaran tetap
·         Biaya administrasi dan umum variabel
·         Biaya administrasi dan umum tetap
·         Laba bersih

Yang mana untuk mendapatkan laba kotor, dapat dengan menghitung selisih antara hasil penjualan dan harga pokok produksi/penjualan. Sedangkan untuk mendapatkan laba bersih, dapat dengan menghitung selisih antara laba kotor yang telah didapatkan sebelumnya dengan jumlah total dari biaya pemasaran variabel yang telah dikalikan dengan unit produk yang terjual, biaya pemasaran tetap, biaya administrasi dan umum variabel, biaya administrasi dan umum variabel serta biaya administrasi dan umum tetap.
Perbedaan Konsep Variable Costing Dengan Full Costing
Perbedaan antara kedua konsep tersebut terletak pada tujuan utamanya, yaitu konsep variabelcosting mempunyai tujuan utama untuk pelaporan internal sedangkan konsep full costing mempunyai tujuan utama untuk pelaporan eksternal. Adanya kedua perbedaan tersebut mengakibatkan perbedaan perlakuan terhadap biaya produksi tetap yang selanjutnya mempengaruhi. Penentuan besarnya harga pokok produk dan besarnya harga pokok persediaan. Penggolongan dan penyajian di dalam laporan laba-rugi. Pembahasan tentang perbedaan metode variable costing dengan metode full costing dapatditinjau dari segi Penentuan Harga pokok produk

Pada metode full costing, semua elemen biaya produksi baik tetap maupun variabeldibebankan ke dalam harga pokok produk. Oleh karena itu elemen harga pokok produk meliputi : BBB (raw material cost), BTKL (direct labor cost), BOP variabel (variable FOH), BOP tetap (fixed FOH), Sedangkan pada metode variabel costing hanya memasukkan atau membebankan biaya produksi variabel ke dalam harga pokok produk. Elemen harga pokok produk meliputi : BBB (raw material cost), BTKL (direct labor cost), BOP variabel (variable FOH).






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Laporan PKL Yogjakarta 2020

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL/MAGANG/STUDY VISIT) UNIVERSITAS BINA INSAN LUBUKLINGGAU (STUDI BANDING : LUBUKLINGGAU – YOGYAKART...