Nama
: Rendi Setiawanto
Kelas
: 4A3 Pagi
Nim
: 217.01.0269
Jurusan
: Manajemen
Fakultas : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Musi Rawas (STIE-MURA) Lubulinggau
MK : Akuntansi Manajemen
Dosen
: YULI NURHAYATI, SE., Ak.,
M.Si
Tugas Akuntansi Manajemen
Full Costing dan Variabel Costing
Full
costing dan variabel costing pada dasarnya merupakan metode yang berkaitan
dengan penentuan harga pokok produksi. Dalam metode full costing menentukan
harga pokok produksi yang dimana semua biaya produksi diperhitungkan ke dalam
harga pokok produksi. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode full costing ini
tidak membedakan antara biaya produksi variabel dan biaya produksi tetap karena
akan dimasukkan ke dalam harga pokok produksi. Sehingga biaya produksi tetap
tersebut masih melekat pada produk yang belum terjual, dengan begitu tidak
membebankan untuk kelangsungan bisnis selanjutnya dan pada periode cost.
Sedangkan metode variabel costing ini merupakan metode penentuan harga pokok
produksi yang hanya memasukkan biaya-biaya yang bersifat variabel ke dalam
harga pokok produksi. Yang mana untuk biaya produksi tetap sendiri dianggap
sebagai periode cost sehingga tidak ada biaya tetap yang belum dibebankan pada
periode tersebut.
A.
Variabel
Costing
·
Biaya bahan baku
·
Biaya tenaga kerja
·
Biaya overhead pabrik variabel
·
Biaya pokok produksi
Untuk
mendapatkan biaya pokok produksi, dengan menjumlahkan biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja dan biaya overhead pabrik variabel yang telah dikalikan dengan
jumlah unit produk yang diproduksi.
Selanjutnya
untuk laporan keuangan dari metode variabel costing ini terdiri dari :
·
Hasil penjualan
·
Biaya produksi variabel
·
Biaya pemasaran variabel
·
Biaya administrasi dan umum variabel
·
Marjin kontribusi
·
Biaya produksi tetap
·
Biaya pemasaran tetap
·
Biaya administrasi dan umum tetap
·
Laba bersih
I. Pengertian Variable Costing
Penentuan
harga pokok variabel (variable costing) adalah suatu konsep penentuan harga
pokok yang hanya memasukkan biaya produksi variabel sebagai elemen harga pokok
produk. Biaya produksi tetap dianggap sebagai biaya periode atau atau biaya
waktu (period cost) yanglangsung dibebankan kepada laba-rugi periode terjadinya
dan tidak diperlakukan sebagai biaya produksi.
II. Tujuan Penentuan Harga Pokok
Variabel (Variable Costing)
Penentuan harga pokok variabel ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan manajemen dalammemperoleh informasi yang berorientasi pada
pengambilan keputusan jangka pendek, yaitu :
Membantu
manajemen untuk mengetahui batas kontribusi (contribution margin) yang sangat
berguna untuk perencanaan laba melalui analisa hubungan biaya-volume-laba
(cost-profit-volume) dan untuk pengambilan keputusan (decision making) yang
berhubungan dengan kebijaksanaan manajemen jangka pendek.
Memudahkan
manajemen dalam mengendalikan kondisi-kondisi operasional yang sedang berjalan
serta menetapkan penilaian dan pertanggungjawaban kepada departemen atau
divisitertentu dalam perusahaan.$ika dihubungkan dengan pihak-pihak yang
memakai laporan biaya, maka variabel costing bertujuan sebagai berikut.
Untuk
pihak internal, variabel costing digunakan untuk tujuan-tujuannya.
a. Perencanaan
laba
b. Penentuan
harga jual produk
c. Pengambilan
keputusan oleh manajemen.
d. Pengendalian
biaya.
Untuk pihak eksternal meskipun tujuan utamanya untuk
pihak internal, konsep variabel costing dapat puladigunakan oleh pihak
eksternal untuk tujuannya.
a. Penentuan harga pokok persediaan
b. Penentuan laba
Tujuan
eksternal tersebut hanya dapat dicapai apabila laporan yang disusun atas dasar
variabel costing disesuaikan dengan teknik-teknik tertentu, menjadi laporan
yang disusunatas dasar konsep harga pokok penuh (full costing), sebab konsep
variabel costing tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
III.
Penentuan Harga Pokok Persediaan
Dengan
adanya perbedaan pembebanan elemen biaya produksi (production cost)
kepada produk antara metode full costing dengan metode variable costing, mengakibatkan pula perbedaan
harga pokok persediaan. Pada metode full costing BOP tetap (fixed FOH)
dibebankan ke dalam harga pokok produk. Oleh karena itu jika sebagian produk
masih ada dalam persediaan atau belum terjual maka sebagian BOP tetap (fixed
FOH) masih melekat pada harga pokok persediaan.
Metode
variable costing tidak membebankan BOP tetap (fixed FOH) ke dalam harga pokok produk, akan tetapi BOP tetap (fixed FOH) langsung dibebankan ke dalam laba-rugi
sebagai biaya periode.
Oleh
karena itu produk yang masih ada dalam persediaan atau belum terjual hanya
dibebani biaya produksi variabel atau BOP tetap (fixed FOH) tidak melekat pada harga
pokok persediaan.
B.
Full Costing
Adalah
metode akuntansi manjemen yang menjelaskan bahwa semua biaya tetap dan biaya
variabel, termasuk biaya produksi lainnya, digunakan untuk menghitung biaya
total per unit (harga pokok produksi).
Perhitungan harga pokok produksi pada metode full
costing terdiri dari:
·
Biaya bahan baku
·
Biaya tenaga kerja
·
Biaya overhead pabrik variabel
·
Biaya overhead pabrik tetap
·
Harga pokok produksi
Untuk mendapatkan harga pokok produksi maka
menjumlahkan total dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead
pabrik variabel, dan biaya overhead pabrik tetap. Dimana sebelumnya untuk
mencari biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik variabel harus
mengkalikan dengan jumlah unit produk yang diproduksi.
Selanjutnya dari perhitungan harga pokok produksi pada
metode tersebut dilakukan pelaporan keuangan yang terdiri dari:
·
Hasil penjualan
·
Harga pokok produksi/penjualan
·
Laba kotor
·
Biaya pemasaran variabel
·
Biaya pemasaran tetap
·
Biaya administrasi dan umum variabel
·
Biaya administrasi dan umum tetap
·
Laba bersih
Yang mana untuk mendapatkan laba kotor, dapat dengan
menghitung selisih antara hasil penjualan dan harga pokok produksi/penjualan.
Sedangkan untuk mendapatkan laba bersih, dapat dengan menghitung selisih antara
laba kotor yang telah didapatkan sebelumnya dengan jumlah total dari biaya
pemasaran variabel yang telah dikalikan dengan unit produk yang terjual, biaya
pemasaran tetap, biaya administrasi dan umum variabel, biaya administrasi dan
umum variabel serta biaya administrasi dan umum tetap.
Perbedaan Konsep Variable Costing
Dengan Full Costing
Perbedaan
antara kedua konsep tersebut terletak pada tujuan utamanya, yaitu konsep
variabelcosting mempunyai tujuan utama untuk pelaporan internal sedangkan
konsep full costing mempunyai tujuan utama untuk pelaporan eksternal. Adanya
kedua perbedaan tersebut mengakibatkan perbedaan perlakuan terhadap biaya
produksi tetap yang selanjutnya mempengaruhi. Penentuan besarnya harga pokok
produk dan besarnya harga pokok persediaan. Penggolongan dan penyajian di dalam
laporan laba-rugi. Pembahasan tentang perbedaan metode variable costing dengan
metode full costing dapatditinjau dari segi Penentuan Harga pokok produk
Pada metode full costing, semua elemen biaya produksi
baik tetap maupun variabeldibebankan ke dalam harga pokok produk. Oleh karena
itu elemen harga pokok produk meliputi : BBB (raw material cost), BTKL (direct
labor cost), BOP variabel (variable FOH), BOP tetap (fixed FOH), Sedangkan pada
metode variabel costing hanya memasukkan atau membebankan biaya produksi
variabel ke dalam harga pokok produk. Elemen harga pokok produk meliputi : BBB
(raw material cost), BTKL (direct labor cost), BOP variabel (variable FOH).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar