Senin, 25 Maret 2019

KONSEP PRODUKSI, KONSEP PRODUK, KONSEP PENJUALAN, KONSEP PEMASARAN, PEMASARAN BERWAWASAN LINGKUNGAN.



KONSEP PRODUKSI, KONSEP PRODUK, KONSEP PENJUALAN, KONSEP PEMASARAN, PEMASARAN BERWAWASAN LINGKUNGAN.
 (Studi Manajemen Pemasaran)

JURNAL

Untuk memenuhi sebagian syarat dari proses belajar
Ilmu Management pada Perguruan Tinggi STIE-MURA Lubuklinggau

Oleh:
Rendi Setiawanto
217.01.0269


JURUSAN MANAJEMEN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUSI RAWAS
STIE-MURA LUBUKLINGGAU
TAHUN 2019





ABSTRAK
                    Konsep Produksi, Konsep Produk, Konsep Penjualan, Konsep Pemasaran, Pemasaran berwawasan lingkungan. kegiatan yang menimbulkan manfaat dan faedah serta nilai suatu barang dan jasa. dalam konteks yang lain prosuksi sebagai usaha untuk menciptakan kekayaan dengan manfaat sumber daya alam oleh manusia, manajer mengasumsikan bahwa pembeli menghargai produk yang dibuat dengan baik dan mereka dapat menilai kualitas dan kinerja suatu produk. Perusahaan yang berorientasi produk sering merancang produk mereka dengan sedikit atau tanpa masukan dari pelanggan. Mereka yakin bahwa insinyur mereka tahu bagaimana merancang dan menyempurnakan orientasi manajemen yang menganggap konsumen akan melakukan atau tidak melakukan pembelian produk-produk perusahaan didasarkan atas pertimbangan usaha-usaha nyata yang dilakukan untuk mendorong minat akan produk tersebut.
                 produk mereka dan bahkan mereka tidak menganalisis produk pesaing. Terlepas dari ketergantungan jika mengkonsumsi rokok, salah satu faktor yang menarik perhatian konsumen adalah kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan rokok. Mereka menggambarkan bahwa rokok identik dengan pria sejati yang memiliki suatu jati diri tertentu melalui iklan-iklan yang dikemas dengan sangat menarik, hal ini mendorong para konsumen untuk mencoba dan memperlihatkan jati diri yang sebenarnya. Selain itu iklan melalui reklame sangat marak dari waktu ke waktu. Hampir di setiap jalan yang kita lalui didominasi oleh periklanan rokok, hal ini menunjukkan eksistensi dari perusahaan rokok itu sendiri yang memiliki tempat tersendiri dimasyarakat.
              Dalam melakukan peluasan pemasaran diperlukan bantuan dari sumber – sumber lain, selian media sosial, diperlukan proses pemasaran yang dilakukan secara terjun langsung ke lapangan. Dengan mendatangi toko – toko ataupun langsung memasarkan kepada konsumen pengkonsumsi produk tersebut.
             Dari kegiatan tersebut harus saling menguntungkan antara produsen dan konsumen, Tanggung jawab sosial perusahan yang akhirnya memunculkan "Pemasaran Berwawasan Sosial", muncul akibat praktek kapitalis. Sementara moral, etika dan tanggung jawab, kaitannya memang tak lepas dari sistem ekonomi atau pasar dan negara. Dalam sistem kapitalis, pasar merupakan faktor paling dominan. Dalam sistem sosialis, peran itu diambil alih oleh negara.
Kata kunci: produksi sebagai usaha, nilai kualitas, kinerja suatu produk, pembelian produk, dan minat produk.





ABSTRACT
Production Concept, Product Concept, Sales Concept, Environmental Concept Marketing, Marketing. Activities that attract benefits and benefits as well as the value of goods and services. In the context of human production as a source for creating wealth with natural resources, managers assume that buyers support well-made products and they can improve the quality and produce of a product. Product oriented companies often renew their products with little or no customer input. They are sure that they will help them do their best.
             their products and even they don't use products. One of the factors that attract consumers' attention is the promotional activities carried out by cigarette companies. Those who express facts relating to interesting facts that have a certain identity through highly packed advertisements, this encourages consumers to try and use their true identity. In addition, advertising through advertising is very widespread from time to time. Almost every road that we go through is issued by cigarette advertising, this shows the existence of the cigarette company itself which has a separate place in the community.
             In conducting marketing expansion, help is needed from other sources, while social media, a marketing process that is carried out directly into the field is needed. By going to shops - stores then directly market to consumers consuming these products.
             From these activities must be mutually beneficial between producers and consumers, corporate social responsibility which eventually led to "Social Insight Marketing", then emerged as capitalist practice. While morals, ethics and responsibilities, they are indeed resolved from the economic system or the market and the state. In a capitalist system, the market is the most dominant factor. In the socialist system, the role is taken over by the state.
Keywords: production as a business, quality value, product performance, product purchase, and product interest.





A.              Pendahuluan

1.1           Latar Belakang Masalah
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.
            Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
   Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
                 
1.2 Bahan dan Metode
Konsep produksi percaya bahwa pelanggan akan menyukai produk yang tersedia dan harganya terjangkau. Oleh karena itu, manajemen harus berusaha keras untuk memperbaiki produksi dan efisiensi distribusi. konsep ini adalah salah satu falsafah paling tua yang membimbing penjual. konsep produksi masih merupakan falsafah yang bermanfaat dalam dua situasi. Situasi pertama adalah disaat permintaan akan suatu produk lebih dari penawaran. Situasi kedua terjadi disaat biaya produk terlalu tinggi dan perbaikan produkt isitasnya diperlukan untuk menurunkannya.

Banyak organisasi yang mengikuti konsep penjualan, yang percaya bahwa konsumen tidak akan membeli produk- produk organisasi dalam jumlah yang banyak kecuali diadakannya usaha penjualan dan promosi dalam skala yang besar. konsep ini biasa dilakukan pada barang yang tidak dicari.
Barang yang oleh pembeli biasanya tidak terpikir untuk dibeli seperti contohnya adalah asuransi. Sehingga industri ini harus mahir dalam melacak calon pelanggan dan menjual manfaat produk kepada mereka. kebanyakan perusahaan menggunakan konsep penjualan ketika mereka mempunyai kapasitas berlebihan. tujuannya hanya satu yaitu sebagai menjual produk apa yang mereka buat bukannya membuat apa yang mereka inginkan dipasar.
            Berdasarkan konsep ini, manajer mengasumsikan bahwa pembeli menghargai produk yang dibuat dengan baik dan mereka dapat menilai kualitas dan kinerja suatu produk. Perusahaan yang berorientasi produk sering merancang produk mereka dengan sedikit atau tanpa masukan dari pelanggan. Mereka yakin bahwa insinyur mereka tahu bagaimana merancang dan menyempurnakan produk mereka dan bahkan mereka tidak menganalisis produk pesaing. Dalam kenyataannya, seringkali konsumen tidak selalu menginginkan produk yang baik saja tetapi lebih melihat pada manfaat. konsumen malas atau enggan melakukan pembelian dan untuk itu harus didorong. Juga diasumsikan bahwa perusahaan memiliki cara penjualan dan peralatan promosi yang efektif untuk merangsang lebih banyak pembelian.
         Konsep menjual paling banyak dianut untuk barang yang tidak dicari, yaitu barang-barang yang biasanya tidak terpikirkan oleh pembeli untuk dibeli. Falsafah Manajemen Pemasaran mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (target market) dan memuaskan pelanggan secara lebih efektif dan efisien dari pada yang dilakukan pesaing.
seperti asuransi, ensiklopedi (referensi/rangkuman), dan tanah pemakaman. Industri-industri ini telah menyempurnakan berbagai teknik penjualan untuk menemukan calon pembeli dan berusaha keras menjual keunggulan produk mereka, Pekerjaan yang dilakukan bukanlah menemukan pelanggan yang tepat buat produk anda tapi menemukan produk yang tepat bagi pelanggan.

Diperlukan wawasan yang berwawasan sosial untuk menyatakan gagasan yang menyatakan bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing
dengan cara yang dapat menjaga dan meningkatkan kesejahteraan pelanggan dan masyarakat.

1.3 Hasil 

   MANAJEMEN PEMASARAN    
Konsep produksi yaitu konsep yang berorientasi produksi menekankan bahwa kegiatan produksi harus diutamakan dan dilakukan sebanyak-banyaknya untuk memenuhi permintaan. Tujuan konsep produksi adalah pencapaian efisiensi prosuksi, biaya rendah, dan distribusi massa.
Konsep produk yaitu konsep yang menekankan bahwa sukses pemasaran tergantung pada kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. Perusahaan yang memakai konsep ini selalu berusaha memenangkan persaingan melalui pembuatan produk unggulan Perusahaan selalu berupaya menghasilkan produk berkulitas dan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas produknya. Konsep penjualan yang menekankan bahwa konsumen tidak akan mengkonsumsi produk dari suatu perusahaan, apabila perusahaan tersebut tidak melakukan usaha promosi dan penjualan yang agresif.
Konsep pemasaran merupakan konsep yang lebih mementingkan kebutuhan pada kepentingan pelanggan atau kepuasan konsumen.

Filosofi konsep pemasaran dikemukakan oleh Kotler sebagai berikut:
Konsep pemasaran sebagai filosofi berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dibanding pesaingnya.
   
Dengan demikian konsep pemasaran sebagai filosofi mencakup tiga unsur, yaitu:
         Orientasi pelanggan. Orientasi pelanggan terdiri dari kegiatan penentuan produk dan program pemasarannya melalui pengembangan dan implementasi strategi pemasaran.
Pemasaran yang terkoordinasi dan terintegrasi. Perlunya koordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran pada berbagai unit di dalam perusahaan ditujukan untuk dapat memberikan kepuasan pelanggan.
Pencapaian tujuan kinerja organisasi. Tujuan perusahaan adalah untuk mendapatkan laba atau tingkat keuntungan yang layak yang dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan.
         Perbedaan konsep pemasaran dengan konsep penjualan pada titik tolak, pusat perhatian (fokus), prosedur dan alat, serta hasil akhirnya. Konsep penjualan berawal dari keinginan perusahaan, memfokuskan pada usaha mempertahankan produk melalui upaya promosi dan penjualan sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan laba yang tinggi. Sedangkan konsep pemasaran titik tolaknya adalah keinginan pasar, fokusnya pada usaha memenuhi kebutuhan konsumen, melakukan pemasaran yang terintegrasi, dan hasil akhirnya adalah pencapaian laba yang diperoleh dengan cara memuaskan pelanggan.
         Konsep pemasaran kemasyarakatan. Konsep ini merupakan perkembangan dari konep pemasaran yang disesuaikan dengan perubahan sejalan dengan adanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya memelihara keseimbangan lingkungan dan sosial, serta kesejahteraan masyarakat. Konsep ini menekankan bahwa tugas organisasi adalah memahami kebutuhan dan keinginan pasar sasaran dan meningkatkan kepuasan konsumen lebih efektif dan efisien dibanding pesaing untuk mencapai kesejahteraan sosial konsumen.
         Beberapa faktor yang mendorong berkembangnya konsep ini adalah isu-isu tentang lingkungan hijau (green marketing), pemasaran sosial, etika dan moral berbisnis, serta profit oriented versus social oriented. Perusahaan harus lebih berorientasi pada umat dan kelangsungan hidup agar tidak terjadi konflik kepentingan antara produsen dengan masyarakat. Misal perusahaan penyedap rasa perlu mencantumkan label halal dan mendapat sertifiksi dari majelis Ulama Indonesia (MUI) agar produknya tidak dijauhi oleh konsumen.
          Perusahaan kayu lapis baru dapat memasarkan produknya apabila mendapatkan sertifikasi ecolabel dari dunia untuk menjamin perusahaan yang bersangkutan malakukan penanaman hutan kembali dan sisa-sisa proses produksinya telah didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat. Konsumen sekarang ini menghendaki adanya tanggungjawab sosial dari produsen produk-produk yang bahannya berasal dari hutan agar dapat menjaga kelestarian hutan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat dunia.

1.4 Pembahasan
        Perkembangan situasi bisnis sekarang ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan arus informasi, teknologi dan tuntutan masyarakat yang selalu mengikuti perubahan. Bisnis masa kini berada pada lingkungan yang selalu berubah dengan cepat dan dinamis. Globalisasi yang ditandai dengan adanya arus perdagangan tanpa batas negara, ruang dan waktu membuat tingkat persaingan menjadi semakin tajam. Tingginya tingkat persaingan juga didukung oleh adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan adanya perdagangan lewat internet atau komputer sehingga membawa dampak pada perubahan perilaku beli dan jual masyarakat.
       Dengan adanya tingkat persaingan yang tajam, membuat banyak produk yang relatif sama di pasar (look a like product). Hal ini menjadikan konsumen dihadapkan pada banyak pilihan produk dan sulit membedakan satu produk dengan produk lain. Konsumen menjadi semakin membandingkan atau menuntut nilai (value) produk dengan lebih membandingkan harga dan manfaat produk yang didapat.
      Konsumen masa kini lebih pandai mengharapkan lebih dari apa yang mereka terima di masa sebelumnya. Konsumen lebih mencari esensi nilai produk yaitu barang dan jasa yang berkualitas dengan harga yang wajar.
      Persepsi konsumen atas nilai berkaitan dengan kualitas produk yang dapat memberikan kepuasan konsumen yaitu kemampuan barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan melebihi harapan pembeli. Pelanggan akan puas bila mereka mendapatkan kualitas barang dan jasa dengan harga yang wajar sehingga semakin besar kemungkinan melakukan pembelian ulang atau melakukan hubungan dengan perusahaan.
      Oleh karena itu hanya perusahaan yang mendasarakan keputusan pemasarannya pada customer oriented dan value oriented-lah yang bisa bertahan. Konsep market driven atau consumer driven perlu diterapkan ke dalam kebijakan intern perusahaan agar kepuasan pelanggan menjadi orientasi atau fokus perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan juga sangat tergantung dari kemampuan perusahaan menciptakan hubungan baik dengan konsumen (consumer relationship).
       Untuk itu perusahaan sebaiknya menerapkan konsep pemasaran berdasarkan hubungan (relationship marketing) yang pada dasarnya mempunyai tujuan untuk menciptakan loyalitas pelanggan yang kuat. Hal ini mengakibatkan banyak perusahaan yang berada pada posisi pemimpin pasar lebih berupaya untuk mempertahankan pelanggannya daripada menerobos pasar baru.
       Hal dasar yang perlu diperhatikan perusahaan dalam menjalin hubungan ini adalah memahami benar apa kebutuhan dan keinginan serta harapan individual konsumen. Akhir-akhir ini banyak perusahaan yang menyadari untuk menerapkan individualized marketing atau one to one marketing dengan cara menciptakan produk yang dapat tepat memenuhi apa yang diinginkan dan dibutuhkan kelompok konsumen.

1.5 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.         Konsep Pemasaran adalah suatu konsep dan cara dasar yang di terapkan dalam melakukan strategi manajemen pemasaran produk atau jasa pada sebuah organisasi ataupun perusahaan. Konsep pemasaran dimulai dengan pasar yang terdefinisi dengan baik, fokus pada kebutuhan pelanggan. Sebagai imbalannya, pemasaran mencapai keuntungan dengan menciptakan hubungan yang langgeng dengan pelanggan yang tepat, berdasarkan nilai dan kepuasan pelanggan. Mengimplementasikan konsep pemasaran sering kali berarti lebih dari sekedar merespon keinginan dan kebutuhan yang dinyatakan pelanggan.

2.         Secara Umum ada lima falsafah yang sebaiknya digunakan sebagai pedoman usaha pemasaran untuk mencapai pertukaran yang didambakan dengan pasar sasaran, kelima filosofi yang dimaksud adalah Konsep Produksi, Konsep Produk, Konsep Penjualan, Konsep Pemasaran dan Konsep Pemasaran berwawasan Sosial.

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Laporan PKL Yogjakarta 2020

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL/MAGANG/STUDY VISIT) UNIVERSITAS BINA INSAN LUBUKLINGGAU (STUDI BANDING : LUBUKLINGGAU – YOGYAKART...