KONSEP
PRODUKSI, KONSEP PRODUK, KONSEP PENJUALAN, KONSEP PEMASARAN, PEMASARAN
BERWAWASAN LINGKUNGAN.
(Studi Manajemen Pemasaran)
JURNAL
Untuk
memenuhi sebagian syarat dari proses belajar
Ilmu
Management pada Perguruan Tinggi STIE-MURA Lubuklinggau
Oleh:
Rendi
Setiawanto
217.01.0269
E-mail:
serendii114@gmail.com
JURUSAN MANAJEMEN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUSI
RAWAS
STIE-MURA LUBUKLINGGAU
TAHUN 2019
ABSTRAK
Konsep Produksi, Konsep Produk,
Konsep Penjualan, Konsep Pemasaran, Pemasaran berwawasan lingkungan. kegiatan
yang menimbulkan manfaat dan faedah serta nilai suatu barang dan jasa. dalam
konteks yang lain prosuksi sebagai usaha untuk menciptakan kekayaan dengan
manfaat sumber daya alam oleh manusia, manajer mengasumsikan bahwa pembeli
menghargai produk yang dibuat dengan baik dan mereka dapat menilai kualitas dan
kinerja suatu produk. Perusahaan yang berorientasi produk sering merancang
produk mereka dengan sedikit atau tanpa masukan dari pelanggan. Mereka yakin
bahwa insinyur mereka tahu bagaimana merancang dan menyempurnakan orientasi
manajemen yang menganggap konsumen akan melakukan atau tidak melakukan
pembelian produk-produk perusahaan didasarkan atas pertimbangan usaha-usaha nyata
yang dilakukan untuk mendorong minat akan produk tersebut.
produk mereka dan bahkan
mereka tidak menganalisis produk pesaing. Terlepas dari ketergantungan jika
mengkonsumsi rokok, salah satu faktor yang menarik perhatian konsumen adalah
kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan rokok. Mereka
menggambarkan bahwa rokok identik dengan pria sejati yang memiliki suatu jati
diri tertentu melalui iklan-iklan yang dikemas dengan sangat menarik, hal ini
mendorong para konsumen untuk mencoba dan memperlihatkan jati diri yang
sebenarnya. Selain itu iklan melalui reklame sangat marak dari waktu ke waktu.
Hampir di setiap jalan yang kita lalui didominasi oleh periklanan rokok, hal
ini menunjukkan eksistensi dari perusahaan rokok itu sendiri yang memiliki
tempat tersendiri dimasyarakat.
Dalam melakukan peluasan
pemasaran diperlukan bantuan dari sumber – sumber lain, selian media sosial,
diperlukan proses pemasaran yang dilakukan secara terjun langsung ke lapangan.
Dengan mendatangi toko – toko ataupun langsung memasarkan kepada konsumen
pengkonsumsi produk tersebut.
Dari kegiatan tersebut harus
saling menguntungkan antara produsen dan konsumen, Tanggung jawab sosial
perusahan yang akhirnya memunculkan "Pemasaran Berwawasan Sosial",
muncul akibat praktek kapitalis. Sementara moral, etika dan tanggung jawab,
kaitannya memang tak lepas dari sistem ekonomi atau pasar dan negara. Dalam
sistem kapitalis, pasar merupakan faktor paling dominan. Dalam sistem sosialis,
peran itu diambil alih oleh negara.
Kata
kunci:
produksi sebagai usaha, nilai kualitas, kinerja suatu produk, pembelian produk,
dan minat produk.
ABSTRACT
Production Concept,
Product Concept, Sales Concept, Environmental Concept Marketing, Marketing. Activities
that attract benefits and benefits as well as the value of goods and services.
In the context of human production as a source for creating wealth with natural
resources, managers assume that buyers support well-made products and they can
improve the quality and produce of a product. Product oriented companies often
renew their products with little or no customer input. They are sure that they
will help them do their best.
their products and even they don't
use products. One of the factors that attract consumers' attention is the
promotional activities carried out by cigarette companies. Those who express
facts relating to interesting facts that have a certain identity through highly
packed advertisements, this encourages consumers to try and use their true
identity. In addition, advertising through advertising is very widespread from
time to time. Almost every road that we go through is issued by cigarette
advertising, this shows the existence of the cigarette company itself which has
a separate place in the community.
In conducting marketing expansion,
help is needed from other sources, while social media, a marketing process that
is carried out directly into the field is needed. By going to shops - stores
then directly market to consumers consuming these products.
From these activities must be
mutually beneficial between producers and consumers, corporate social responsibility
which eventually led to "Social Insight Marketing", then emerged as
capitalist practice. While morals, ethics and responsibilities, they are indeed
resolved from the economic system or the market and the state. In a capitalist
system, the market is the most dominant factor. In the socialist system, the
role is taken over by the state.
Keywords: production as a business, quality
value, product performance, product purchase, and product interest.
A.
Pendahuluan
1.1
Latar Belakang Masalah
Konsep produksi
berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan
harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan
segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas.
Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena
konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya
beli mereka.
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan
menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik.
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi
terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan
kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para
pesaing.
Konsep-konsep
inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas,
nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan
pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan.
Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu.
Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap
kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan
akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk
membelinya.
1.2 Bahan dan Metode
Konsep produksi
percaya bahwa pelanggan akan menyukai produk yang tersedia dan harganya
terjangkau. Oleh karena itu, manajemen harus berusaha keras untuk memperbaiki
produksi dan efisiensi distribusi. konsep ini adalah salah satu falsafah paling
tua yang membimbing penjual. konsep produksi masih merupakan falsafah yang
bermanfaat dalam dua situasi. Situasi pertama adalah disaat permintaan akan
suatu produk lebih dari penawaran. Situasi kedua terjadi disaat biaya produk
terlalu tinggi dan perbaikan produkt isitasnya diperlukan untuk menurunkannya.
Banyak organisasi
yang mengikuti konsep penjualan, yang percaya bahwa konsumen tidak akan membeli
produk- produk organisasi dalam jumlah yang banyak kecuali diadakannya usaha
penjualan dan promosi dalam skala yang besar. konsep ini biasa dilakukan pada
barang yang tidak dicari.
Barang yang oleh
pembeli biasanya tidak terpikir untuk dibeli seperti contohnya adalah asuransi.
Sehingga industri ini harus mahir dalam melacak calon pelanggan dan menjual
manfaat produk kepada mereka. kebanyakan perusahaan menggunakan konsep
penjualan ketika mereka mempunyai kapasitas berlebihan. tujuannya hanya satu
yaitu sebagai menjual produk apa yang mereka buat bukannya membuat apa yang
mereka inginkan dipasar.
Berdasarkan
konsep ini, manajer mengasumsikan bahwa pembeli menghargai produk yang dibuat
dengan baik dan mereka dapat menilai kualitas dan kinerja suatu produk.
Perusahaan yang berorientasi produk sering merancang produk mereka dengan
sedikit atau tanpa masukan dari pelanggan. Mereka yakin bahwa insinyur mereka
tahu bagaimana merancang dan menyempurnakan produk mereka dan bahkan mereka
tidak menganalisis produk pesaing. Dalam kenyataannya, seringkali konsumen
tidak selalu menginginkan produk yang baik saja tetapi lebih melihat pada
manfaat. konsumen malas atau enggan melakukan pembelian dan untuk itu harus
didorong. Juga diasumsikan bahwa perusahaan memiliki cara penjualan dan
peralatan promosi yang efektif untuk merangsang lebih banyak pembelian.
Konsep menjual paling banyak dianut
untuk barang yang tidak dicari, yaitu barang-barang yang biasanya tidak
terpikirkan oleh pembeli untuk dibeli. Falsafah Manajemen Pemasaran mengatakan
bahwa untuk mencapai tujuan organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan
keinginan pasar sasaran (target market) dan memuaskan pelanggan secara lebih
efektif dan efisien dari pada yang dilakukan pesaing.
seperti asuransi,
ensiklopedi (referensi/rangkuman), dan tanah pemakaman. Industri-industri ini
telah menyempurnakan berbagai teknik penjualan untuk menemukan calon pembeli
dan berusaha keras menjual keunggulan produk mereka, Pekerjaan yang dilakukan
bukanlah menemukan pelanggan yang tepat buat produk anda tapi menemukan produk
yang tepat bagi pelanggan.
Diperlukan wawasan
yang berwawasan sosial untuk menyatakan gagasan yang menyatakan bahwa
organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar sasaran dan
memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien daripada
pesaing
dengan cara yang dapat menjaga dan
meningkatkan kesejahteraan pelanggan dan masyarakat.
1.3 Hasil
MANAJEMEN PEMASARAN
Konsep produksi
yaitu konsep yang berorientasi produksi menekankan bahwa kegiatan produksi
harus diutamakan dan dilakukan sebanyak-banyaknya untuk memenuhi permintaan.
Tujuan konsep produksi adalah pencapaian efisiensi prosuksi, biaya rendah, dan
distribusi massa.
Konsep
produk yaitu konsep yang menekankan bahwa sukses pemasaran tergantung pada
kualitas produk yang dihasilkan perusahaan. Perusahaan yang memakai konsep ini
selalu berusaha memenangkan persaingan melalui pembuatan produk unggulan
Perusahaan selalu berupaya menghasilkan produk berkulitas dan terus memperbaiki
dan meningkatkan kualitas produknya. Konsep penjualan yang menekankan bahwa
konsumen tidak akan mengkonsumsi produk dari suatu perusahaan, apabila
perusahaan tersebut tidak melakukan usaha promosi dan penjualan yang agresif.
Konsep
pemasaran merupakan konsep yang lebih mementingkan kebutuhan pada kepentingan
pelanggan atau kepuasan konsumen.
Filosofi konsep pemasaran dikemukakan
oleh Kotler sebagai berikut:
Konsep
pemasaran sebagai filosofi berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan
organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta
memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dibanding
pesaingnya.
Dengan demikian konsep pemasaran
sebagai filosofi mencakup tiga unsur, yaitu:
Orientasi pelanggan. Orientasi
pelanggan terdiri dari kegiatan penentuan produk dan program pemasarannya
melalui pengembangan dan implementasi strategi pemasaran.
Pemasaran
yang terkoordinasi dan terintegrasi. Perlunya koordinasi dan integrasi seluruh
kegiatan pemasaran pada berbagai unit di dalam perusahaan ditujukan untuk dapat
memberikan kepuasan pelanggan.
Pencapaian
tujuan kinerja organisasi. Tujuan perusahaan adalah untuk mendapatkan laba atau
tingkat keuntungan yang layak yang dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan.
Perbedaan konsep pemasaran dengan
konsep penjualan pada titik tolak, pusat perhatian (fokus), prosedur dan alat,
serta hasil akhirnya. Konsep penjualan berawal dari keinginan perusahaan,
memfokuskan pada usaha mempertahankan produk melalui upaya promosi dan
penjualan sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan laba yang tinggi. Sedangkan
konsep pemasaran titik tolaknya adalah keinginan pasar, fokusnya pada usaha memenuhi
kebutuhan konsumen, melakukan pemasaran yang terintegrasi, dan hasil akhirnya
adalah pencapaian laba yang diperoleh dengan cara memuaskan pelanggan.
Konsep pemasaran kemasyarakatan.
Konsep ini merupakan perkembangan dari konep pemasaran yang disesuaikan dengan
perubahan sejalan dengan adanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya
memelihara keseimbangan lingkungan dan sosial, serta kesejahteraan masyarakat.
Konsep ini menekankan bahwa tugas organisasi adalah memahami kebutuhan dan
keinginan pasar sasaran dan meningkatkan kepuasan konsumen lebih efektif dan
efisien dibanding pesaing untuk mencapai kesejahteraan sosial konsumen.
Beberapa faktor yang mendorong
berkembangnya konsep ini adalah isu-isu tentang lingkungan hijau (green
marketing), pemasaran sosial, etika dan moral berbisnis, serta profit oriented
versus social oriented. Perusahaan harus lebih berorientasi pada umat dan
kelangsungan hidup agar tidak terjadi konflik kepentingan antara produsen
dengan masyarakat. Misal perusahaan penyedap rasa perlu mencantumkan label
halal dan mendapat sertifiksi dari majelis Ulama Indonesia (MUI) agar produknya
tidak dijauhi oleh konsumen.
Perusahaan kayu lapis baru dapat memasarkan
produknya apabila mendapatkan sertifikasi ecolabel dari dunia untuk menjamin
perusahaan yang bersangkutan malakukan penanaman hutan kembali dan sisa-sisa
proses produksinya telah didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat. Konsumen
sekarang ini menghendaki adanya tanggungjawab sosial dari produsen
produk-produk yang bahannya berasal dari hutan agar dapat menjaga kelestarian
hutan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat dunia.
1.4 Pembahasan
Perkembangan situasi bisnis sekarang
ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan arus informasi, teknologi dan tuntutan
masyarakat yang selalu mengikuti perubahan. Bisnis masa kini berada pada
lingkungan yang selalu berubah dengan cepat dan dinamis. Globalisasi yang
ditandai dengan adanya arus perdagangan tanpa batas negara, ruang dan waktu
membuat tingkat persaingan menjadi semakin tajam. Tingginya tingkat persaingan
juga didukung oleh adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang
memungkinkan adanya perdagangan lewat internet atau komputer sehingga membawa
dampak pada perubahan perilaku beli dan jual masyarakat.
Dengan adanya tingkat persaingan yang
tajam, membuat banyak produk yang relatif sama di pasar (look a like product).
Hal ini menjadikan konsumen dihadapkan pada banyak pilihan produk dan sulit
membedakan satu produk dengan produk lain. Konsumen menjadi semakin
membandingkan atau menuntut nilai (value) produk dengan lebih membandingkan
harga dan manfaat produk yang didapat.
Konsumen masa kini lebih pandai
mengharapkan lebih dari apa yang mereka terima di masa sebelumnya. Konsumen
lebih mencari esensi nilai produk yaitu barang dan jasa yang berkualitas dengan
harga yang wajar.
Persepsi konsumen atas nilai berkaitan
dengan kualitas produk yang dapat memberikan kepuasan konsumen yaitu kemampuan
barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan melebihi harapan
pembeli. Pelanggan akan puas bila mereka mendapatkan kualitas barang dan jasa
dengan harga yang wajar sehingga semakin besar kemungkinan melakukan pembelian
ulang atau melakukan hubungan dengan perusahaan.
Oleh karena itu hanya perusahaan yang
mendasarakan keputusan pemasarannya pada customer oriented dan value
oriented-lah yang bisa bertahan. Konsep market driven atau consumer driven
perlu diterapkan ke dalam kebijakan intern perusahaan agar kepuasan pelanggan
menjadi orientasi atau fokus perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan juga
sangat tergantung dari kemampuan perusahaan menciptakan hubungan baik dengan
konsumen (consumer relationship).
Untuk itu perusahaan sebaiknya
menerapkan konsep pemasaran berdasarkan hubungan (relationship marketing) yang
pada dasarnya mempunyai tujuan untuk menciptakan loyalitas pelanggan yang kuat.
Hal ini mengakibatkan banyak perusahaan yang berada pada posisi pemimpin pasar
lebih berupaya untuk mempertahankan pelanggannya daripada menerobos pasar baru.
Hal dasar yang perlu diperhatikan
perusahaan dalam menjalin hubungan ini adalah memahami benar apa kebutuhan dan
keinginan serta harapan individual konsumen. Akhir-akhir ini banyak perusahaan
yang menyadari untuk menerapkan individualized marketing atau one to one
marketing dengan cara menciptakan produk yang dapat tepat memenuhi apa yang
diinginkan dan dibutuhkan kelompok konsumen.
1.5 Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.
Konsep Pemasaran adalah suatu konsep dan
cara dasar yang di terapkan dalam melakukan strategi manajemen pemasaran produk
atau jasa pada sebuah organisasi ataupun perusahaan. Konsep pemasaran dimulai
dengan pasar yang terdefinisi dengan baik, fokus pada kebutuhan pelanggan.
Sebagai imbalannya, pemasaran mencapai keuntungan dengan menciptakan hubungan
yang langgeng dengan pelanggan yang tepat, berdasarkan nilai dan kepuasan
pelanggan. Mengimplementasikan konsep pemasaran sering kali berarti lebih dari
sekedar merespon keinginan dan kebutuhan yang dinyatakan pelanggan.
2.
Secara Umum ada lima falsafah yang
sebaiknya digunakan sebagai pedoman usaha pemasaran untuk mencapai pertukaran
yang didambakan dengan pasar sasaran, kelima filosofi yang dimaksud adalah
Konsep Produksi, Konsep Produk, Konsep Penjualan, Konsep Pemasaran dan Konsep
Pemasaran berwawasan Sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar